DenpasarHeadlines

Dua Pria Asal Sumba Bersenjatakan Pisau Bertarung di Denpasar, Seorang Terkapar

Denpasar, LenteraEsai.id – Petrus Sairo Lende (40) dan Walem Nduni (27), dua pria asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), terlibat pertarungan sengit di Banjar Pegok, Jalan Raya Sesetan, Gang Ikan Mas Nomor 45, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Pertarungan dengan menggunakan pisau pada Selasa (26/1) malam sekitar pukul 19.30 Wita itu, membuat miris dan menahan napas beberapa warga yang sempat menyaksikan, dan tidak berani merelainya.

Ujung-ujungnya, Petrus yang terkena luka tusuk di bagian perut, jatuh terkapar bermuluran darah hingga kemudian harus dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar menggunakan kendaraan BPBD Kota Denpasar. Sementara Walem digiring polisi ke Mapolsek Denpasar Selatan untuk dimintai keterangan.

Informasi dari warga sekitar lokasi kejadian, terungkap bahwa perkelahian itu dipicu rebutan cewek yang tinggal di rumah kos milik Irvan Masyagie di Banjar Pegok. Namun ada pula versi lain yang menyebutkan perkelahian dipicu masalah sepeda motor.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan AKP Hadimastika Karsito Putro ketika dihubungi Rabu (27/1) mengatakan, peristiwa berdarah itu dipicu masalah sepeda motor. Namun, AKP Hadimastika enggan menjelaskan secara detail. Dia hanya mengatakan korban bernama Petrus dan pelaku bernama Walem. Hingga sekarang, Walem masih dimintai keterangannya di Mapolsek Denpasar Selatan.

Diporeh keterangan, sebelum terjadi perkelahian, Walem datang ke lokasi kejadian untuk menanyakan sepada motor yang disewakan kepada Petrus. Ternyata, oleh Petrus kendaraan itu dipinjamkan lagi kepada orang lain. Saat ditanyakan oleh Walem, malah Petrus tersinggung dan menampar bagian pipi Walem. Terjadi keributan. Walem mengacungkan pisau.

Saksi yang ada di lokasi kejadian sempat melerai, namun karena pertarungan menggunakan pisau, tidak mudah untuk dapat memisahkan keduanya untuk tidak bertempur.

Pertarungan baru terhenti setelah Petrus yang kena tusuk di bagian perutnya, rebah berlumuran darah. Sementara Walem berusaha melarikan diri, namun akhirnya berhasil diringkus petugas.

Irvan Masyagie, selaku pemilik rumah kos, mengaku tidak tahu kronologis kejadian itu. “Saat kejadian, saya sedang shalat,” ujar Irvan dengan menambahkan, dirinya baru mengetahui peristiwa setelah Petrus terkapar akibat ditusuk pisau oleh Walem.

“Saya tidak tahu kronologisnya. Saya juga tidak tahu siapa mereka yang berantem itu. Mereka bukan anak kos saya. Informasi dari tetangga menyebutkan, perkelahian itu rebutan cewek yang tinggal di kos saya,” ucap Irvan, menjelaskan.

Irvan mengatakan cewek yang jadi rebutan kedua pria asal Sumba Barat Daya, NTT itu, bekerja di salah satu kafe di Denpasar. Setelah kejadian itu, Irvan langsung mengambil langkah tegas. Dia menyuruh anak kosnya itu untuk pergi cari tempat tinggal yang lain.

“Saya sudah berapa kali menegur dia. Sering kali ribut tengah malam. Bawa teman laki-laki, mabuk-mabukan. Karena sering melanggar, saya dengan berat hati minta dia sekarang untuk pergi cari tempat kos yang lain,” ujar Irvan, menandaskan. (LE-DW)

Lenteraesai.id