Karangasem, LenteraEsai.id – Pandemi Covid-19 telah membuat sektor pariwisata porak-poranda di Bali. Masalahnya, wabah virus tersebut sangat berpengaruh terhadap jumlah pelancong yang datang berkungjung ke pulau mungil ini.
Akibat minim atau bahkan tidak adanya kunjungan wisatawan ke Bali selama pandemi itulah, hotel-hotel dan restoran serta objek wisata lainnya di Pulau Dewata termasuk di Kabupaten Karangasem jadi merana.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem I Wayan Kariasa mengatakan hal itu ketika ditemui di ruang kerjanya di Amlapura, Jumat (22/1/2021).
Ia menyebutkan, karena tidak adanya pengunjung, sampai saat ini masih ada beberapa hotel dan restoran yang belum buka operasionalnya. Namun bersamaan dengan itu, perawatan fasilitas harus tetap dijalankan.
“Setiap harinya paling tidak ada satu atau dua karyawan yang masuk kerja hanya sekedar untuk bersih-bersih kamar hotel atau restoran. Tentunya dengan upah sesuai kesepakatan yang sudah kami disetujui bersama sebelumnya. Dan jika ada tamu yang tiba-tiba datang menginap, baru beberapa karyawan lain menyusul kami panggil untuk bekerja,” ungkap Kariasa.
Selain itu pihak hotel juga berupaya untuk tetap bisa membayarkan BPJS, asuransi kesehatan dan asuransi kecelakaan dari para karyawan, walaupun pemasukan hotel sedikit bahkan tidak ada, katanya, menjelaskan.
Kariasa mengungkapkan, sejak awal pandemi sampai sekarang ada beberapa hotel dan restoran di Kabupaten Karangasem nol pengunjung alias tidak ada pemasukan sama sekali. “Tapi itu hanya beberapa saja, karena sebagian besar hotel dan restoran tetap menerima pengunjung sekitar 2-5 orang dalam satu bulan, setidaknya itu bisa membuat hotel dan restoran tersebut tetap bertahan agar tidak kolep,” ucapnya.
Pada akhir tahun 2020, kata Kariasa, sempat ad pergerakan pengunjung yang datang ke hotel dan restoran yang ada di Kabupaten Karangasem untuk menginap dan makan-makan, tetapi di awal tahun 2021 kembali sepi.
“Walaupun pihak hotel sudah melakukan banyak cara, termasuk melakukan promo-promo untuk menarik pengunjung datang menginap, bahkan ada beberapa hotel yang ngasih promo sampai 70 persen, tapi tetap saja pengunjung yang datang masih sepi,” ujar Kariasa menuturkan.
Mengenai penyuntikan Vaksin Covid-19 yang sebentar lagi bakal diterima oleh masyarakat, Kariasa meyakini setelah vaksin tersebut dijalankan, sektor pariwisata terutama yang ada di Karangasem dipastikan akan kembali menggeliat.
“Karena masyarakat akan lebih percaya diri dalam melakukan perjalanan. Selain itu, masyarakat pasti sudah bosan tinggal di rumah terus dengan virtual tour dan zoom meetingnya. Mereka pasti ingin berwisata dan itu pasti berpengaruh terhadap pengunjung ke hotel dan restoran nantinya,” ungkap Kariasa, menandaskan. (LE-Jun)







