BangliHeadlines

PHRI Bangli Bantah Wisatawan Masuk Objek Wisata Kintamani Wajib Rapid Test

Bangli, LenteraEsai.id – Belakangan beredar rumor di media sosial tentang keharusan melakukan rapid test Covid-19 bagi wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan objek wisata Kintamani, Kabupaten Bangli yang lengkap dengan panorama gunung berapi plus kaldera, danau, hutan dan bagian lekuk bumi yang menakjubkan.

Munculnya isu tersebut dengan tegas dibantah oleh kalangan pengelola objek wisata serta Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) setempat yang menyatakan bahwa itu tidak benar.

Ketua PHRI Bangli Dr I Ketut Mardjana ketika dikonfirmasi, Sabtu (31/1) mengatakan, tidak benar ada kewajibab bagi wisatawan yang datang ke Kintamani harus terlebih dahulu dilakukan rapid test. “Faktanya, tidak ada tuh wisatawan yang di-test datang ke sini (Kintamani),” ujarnya.

Mardjana menegaskan bahwa rumor tersebuit tidak benar. Buktinya, wisataswan bebas begitu saja masuk kawasan Kintamani tanpa ada percegatan di pintu masuk dengan mempersoalkan masalah rapid test.

Terkait banyaknya petugas keamanan yang dikerahkan ke kawasan obyek wisata Kintamani, Mardjana menyebutkan bukan untuk melaksanakan kegiatan rapid test, namun untuk memberikan rasa aman kepada setiap  wisatawan yang datang.

“Kami kecewa dan sangat menyayangkan adanya berita hoax yang menyesatkan terkait kewajiban rapid test kepada wisatawan tersebut,” kata Mardjana yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bangli.

Ia menyebutkan, yang sesungguhnya terjadi adalah kepada para pengunjung diharuskan dapat memenuhi dan mentaati aturan untuk melaksanakan protokol kesehatan secara tertib dan disiplin, seperti harus memakai masker, sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menjaga jarak.

Namun demikian, lanjut dia, bagi pengunjung yang secara sukarela ingin melakukan rapid test akan difasilitasi oleh pemerintah dengan tanpa pungutan biaya alias gratis. Protokol kesehatan wajib dilaksanakan secara tertib dan disiplin, karena di samping untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid 19, juga sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung.

“Saya telah melakukan klarifikasi kepada Kapolres dan Dandim Bangli di mana diperoleh jawaban bahwa pengerahan tenaga keamanan yang melebihi 100 orang dimaksudkan agar para pengunjung dapat melakukan suasana libur panjang ini dengan aman dan nyaman,” ucap Mardjana, menambahkan.

Menurut Mardjana, rumor di medsos terkait penerapan rapid test Covid-19 di kawasan wisata Kintamani tersebut, sangat meresahkan, dan dapat menurunkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini.

Untuk itu dihimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan agar tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan berita hoax. Sebaliknya wisatawan diharapkan dapat menikmati suasana libur panjang ini dengan tenang, damai dan relaks, namun dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara tertib dan disiplin sesuai anjuran pemerintah, ujarnya, mengharapkan. (LE-BL)

Lenteraesai.id