Denpasar, LenteraEsai.id – Pertengahan bulan Mei 2020, keluarga Putu Agus Wiradarma (30) sedang menunggu hari-hari kelahiran anak keduanya. Saat itu, pandemi Covid-19 sedang melanda. Dunia sedang berduka. Dampaknya, banyak perusahaan atau perkantoran yang menutup operasional usaha karena pemerintah memberlakukan social distancing dan physical distancing, untuk menekan laju penyebaran Covid-19.
“Saat itu, saya dan istri Ni Wayan Dwiyanti tidak bisa bekerja karena pandemi Covid-19. Beruntung, ketika kondisi sulit seperti itu, hati kami masih bisa tenang karena sudah ada tanggungan jaminan kesehatan. Kami memang telah menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Sejak menikah, kami sudah mengikuti program JKN-KIS kelas 2,” kata Putu Wira yang tinggal di daerah Banjar Abian Nangka, Kesiman, Denpasar Timur.
Ketika akhirnya putra keduanya lahir, Kadek Agus Rahardika Pradita pada tanggal 19 Mei 2020 di RS Puri Raharja, Putu Agus mengaku sangat bersyukur karena biaya kelahiran tertanggung JKN-KIS sebesar Rp 6,5
juta. Ia baru mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar perlengkapan bayi dan perawatan Neonatal Intensive Care Unit (NICU), yang biasa disebut tabung inkubator selama 2 hari.
“Puji syukur anak sehat, biaya yang dikeluarkan untuk kelahiran juga tidak terlampau besar karena sudah tertanggung JKN-KIS. Saya dan istri bisa tenang, dan sama sekali tidak bersusah hati menyambut kelahiran anak kedua di tengah pandemi Covid-19. Astungkara semua lancar,” ujarnya.
Sebelumnya, Putu Agus bekerja di sebuah SPBU di Denpasar dan istrinya Wayan Dwiyanti bekerja sebagai karyawan pada sebuah perusahaan pengurusan visa. Namun, hantaman pandemi Covid-19 seakan membuat ekonomi dunia lumpuh, termasuk di Bali. Pasangan suami istri ini pun dirumahkan dan sempat dilanda kelimpungan untuk mencari biaya hidup sehari-hari. Apalagi, Wayan Dwiyanti sedang dalam kondisi hamil besar.
Untuk biaya kelahiran, lanjut Putu Agus, pihaknya tidak merisaukan karena sudah ada tanggungan JKN-KIS. Akan tetapi, untuk biaya hidup sehari-hari, ia dan istrinya sempat berembug, apa gerakan yang
bisa dilakukan agar tetap dapat hidup dengan layak. Selain untuk membeli makanan untuk kebutuhan sehari-hari, mereka pun memiliki anak sulung Gede Andika Putra Sudiarta, yang juga memerlukan biaya untuk membeli vitamin atau asupan tambahan lainnya.
“Kami kemudian memutuskan untuk berjualan donat secara online. Istri dibantu ibu membuat donat rumahan, saya yang bertugas mempromosikan di media sosial dan mengantarkan ke pembeli. Berawal dari promosi ke teman-teman dekat, eh … akhirnya lumayan juga bisa mendapatkan pembeli sampai jauh-jauh,” ucap Putu Agus yang akrab dipanggil Veozs, bersemangat.
Pada akhir perbincangan, Putu Agus berpesan agar warga tidak ragu untuk mengikuti program JKN-KIS untuk mengantisipasi jika ada gangguan kesehatan atau seperti pengalaman dirinya yang di saat pandemi lantas istri melahirkan, yang menjadi sangat tertolong karena telah mengikuti program JKN-KIS.
“Memang sudah jelas bayar iuran setiap bulan, tapi dibandingkan dengan manfaatnya, sangatlah berlipat ganda yang kami terima. Bayangkan kalau keluarga saya tidak mengikuti program JKN-KIS, tentu gundah bukan main. Namun berkat mengikuti program JKN-KIS, menyambut kelahiran anak di masa pandemi tidak jadi beban yang memberatkan pikiran,” katanya, menuturkan. (Tri Vivi Suryani)







