Denpasar, LenteraEsai.id- Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan perkembangan penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali hingga hari Sabtu, 11 Juli 2020.
Disebutkan, jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 kini tercacat 2.147 orang setelah ada penambahan 37 WNI, dengan rincian 3 orang imported case dan 34 orang transmisi lokal.
Sementara pasien yang telah sembuh sebanyak 1.354 orang setelah hari ini ada penambahan 152 WNI, dengan rincian 2 PMI, 2 orang imported case dan 148 orang transmisi lokal. Untuk 152 pasien yang sembuh tersebut telah diizinkan meninggalkan rumah sakit, sementara jumlah pasien yang meninggal dunia terhitung 27 orang, bertambah 1 orang WNI.
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra di Denpasar, Sabtu (11/7) petang mengatakan, untuk pasien positif yang masih dalam perawatan (kasus aktif) tercatat 766 orang. Mereka kini berada di 14 rumah sakit dan dikarantina di ruang Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering.
Ia menyebutkan, angka positif Covid-19 di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal, yang secara kumulatif berjumlah 1.767 orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.
Untuk itu, Dewa Indra meminta sekali lagi, dalam upaya menekan kasus transmisi lokal, masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.
Mengingat transmisi lokal Covid-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, Dewa Indra meminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin warga dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19.
“Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerja sama dengan petugas surveilans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapa warga yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19, sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi virus guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain,” ujarnya menegaskan. (LE-DP1)







