Karangasem, LenteraEsai.id – Belum genap 24 jam Kabupaten Karangasem diguncang gempa bumi tektonik, kini wilayah Bali di bagian timur itu lagi-lagi bergetar akibat peristiwa alam yang muncul pada Senin (11/5) pagi pukul 06.09 Wita.
Selain Karangasem, gempa juga menggetarkan sebagian wilayah Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4,4. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,30 LS dan 116,00 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 18 km barat laut Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 13 km.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar Drs M Taufik Gunawan Dipl SEIS mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif busur belakang (Back Arc Thrust) .
“Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan dirasakan di wilayah Karangasem sebesar III MMI. Atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu,” ucapnya.
Selain itu, lanjut Taufik Gunawan, guncangan juga dirasakan oleh beberapa orang di wilayah Lombok Utara sebesar II MMI. Benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, ujar Taufik Gunawan.
Dikatakan, hingga pukul 06:22 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Sedangkan gempa bumi sebelumnya berkekuatan M=4,0 terjadi pada Minggu (10/5) pagi pukul 09.01 Wita. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,25 LS dan 116,00 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 21 km barat laut Lombok Utara-NTB, pada kedalaman 10 km.
Taufik Gunawan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (LE-KA)







