Amlapura, LenteraEsai.id – Kehidupan malang menghampiri lelaki tua bernama I Nyoman Muder (68) yang berasal dari Banjar Dinas Bahel, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur.
Ketika ditemui baru-baru ini, Nyoman Muder tengah meringkuk menahan kesakitan di gubuknya yang beralas tanah dan beratap daun kelapa. Gubuk didirikan di atas tanah pinjaman. Tidak jauh dari gubuknya, tinggal Ketut Sekar, salah seorang saudaranya yang sama-sama tinggal di atas tanah pinjaman.
“Saya sakit-sakitan sejak jatuh waktu hendak panen tuak. Jatuh dari pohon lontar setinggi 10 meter. Sudah beberapa tahun lalu jatuh, sekitar tahun 1999, akhirnya begini kondisi ‘tyang’. Tidak tahu harus bagaimana, ‘tyang’ pasrah saja,” ujarnya dengan suara lirih di atas tempat tidur yang beralas seadanya.
Sebelumnya, tahun lalu Muder pernah dirawat di RSUD Karangasem. Meski demikian, pengobatan ini tidak lantas menyembuhkan penyakitnya, karena kakinya sudah terlanjur lumpuh akibat jatuh. Selain itu, Muder juga memiliki penyakit hernia yang terbilang parah.
Untuk membawa Muder intens berobat, keluarga terdekatnya kesulitan melakukannya. Hal ini disebabkan letak gubuknya sangat terpencil. Jika hendak membawanya berobat, Muder semestinya diangkut menggunakan mobil. Namun apa daya, tidak ada akses jalur mobil menuju gubuknya. Muder pernah hendak dibonceng untuk berobat, namun gagal dilakukan. Pria itu tidak bisa duduk di boncengan sepeda motor.
Akhirnya Nyoman Muder hanya bisa pasrah menunggu nasib, sembari menjalani keseharian yang didera kesakitan, dengan terbaring di tempat tidur. Sendirian. (LE-KR)







