Pemakaman Jenazah Korban Covid-19 Disimulasikan Polisi Jembrana

Jembrana, LenteraEsai.id – Polres Jembrana, Bali melakukan simulasi penanganan dan pemakaman jenazah warga korban Covid-19, bertempat di areal parkir Rumah Sakit Umum Negara, Kabupaten Jembrana, Sabtu (16/5).

Kegiatan simulasi tersebut tampak dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha SE MM, Sekda Kabupaten Jembrana I Made Sudiada SH MH, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok, Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Adi Wibawa SIK dan Kajari  Jembrana Pipiet Suryo Priarto Wibowo SH MH.

Bacaan Lainnya

Di samping itu terlihat juga Wakapolres Jembrana Kompol Ida Bagus Dedi Januartha SH MH, Direktur RSU Negara dr I Gusti Bagus Oka Parwata, Ketua FKUB Kabupaten Jembrana selaku Ketua PHDI I Komang Arsana SPd, Asisten dan Staf Ahli Bupati Jembrana, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jembrana I Made Sudarmita SAg MM, para kepala OPD Kabupaten Jembrana, Camat Negara I Wayan Andy Suka Anjasmara SSTP MM, Ketua Walubi Kabupaten Jembrana I Ketut Sujono, Ketua MPUK Kabupaten Jembrana Pdt Wayan Suamba St Th, Bendesa Adat Bale Baler Agung I Nengah Subagia, para medis Rumkit Negara beserta tamu undangan dengan jumlah keseluruhan  25 orang.

Kegiatan simulasi dimulai dari penanganan kondisi pasien Covid-19 memburuk, hingga pasien dipastikan meninggal dunia. Setelah itu dilanjutkan penanganan jenazah di ruang isolasi oleh petugas medis, yakni jenazah dibungkus dengan plastik kedap air. Baik sebelum maupun sesudah dibungkus plastik, jenazah disemprot cairan disinfektan.

Sesudah itu, dokter dan menejemen RSU menjelaskan kondisi korban kepada keluarganya, dilanjutkan penjelasan protokoler penanganan jenazah. Setelah itu, penyerahan jenazah kepada petugas kamar jenazah untuk dievakuasi menuju pemakaman dengan pengamanan jalur petugas TNI/Polri.

Penanganan simulasi ini berdasarkan hasil rapat forum bersama tentang penanganan di masing masing keyakinan. Dari yang beragama Hindu yang biasa dikubur atau dibakar, penanganannya tidak lebih dari 4 jam, dan peti jenazah tidak diperbolehkan dibuka.

Sementara dari agama Islam, dikafani oleh petugas medis dan dishalatkan oleh kurang lebih 9 orang. Dari agama Budha dimandikan oleh petugas kesehatan, peti jenazah tidak diperbolehkan dibuka, sedangkan dari agama Kristen dimandikan oleh petugas kesehatan, peti jenazah tidak diperbolehkan dibuka.

Dalam simulasi juga digambarkan bahwa pihak keluarga dan rohaniawan menyerahkan penanganan jenazah kepada petugas kesehatan.

Sementara gambaran yang terlihat saat korban berada di kamar jenazah, antara lain dilakukan penanganan jenazah dengan membuka pakaian jenazah, memandikan, menutup semua lubang dengan kapas, membungkus kembali dengan plastik kedap air selanjutnya dimasukkan ke kantong jenazah, dibungkus kembali dengan plastik kedap air kemudian dimasukkan ke dalam peti. Di mana pada setiap tahapan dilakukan penyemprotan disinfektan dan terhadap ruangan juga diseterilkan dengan penyemprotan disinfektan.

Dalam simulasi ini pihak RSU memfasilitasi ambulan sampai tempat pemakaman yang dikawal petugas dari Polres Jembrana. Tiba di tempat pemakaman dilakukan prosesi keagamaan oleh rohaniawan, dilanjutkan dengan pemakaman jenazah. Terhadap semua petugas maupun alat prasarana, dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

Pada kesempatan itu Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK mengatakan, simulasi ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan dalam melaksanakan tugas sesuai protokol penanganan Covid-19 yang benar. Semoga simulasi ini bisa dipatuhi dan dipedomani dalam pelaksanaan tugas.

“Harapan kita semoga hal ini tidak terjadi di wilayah Jembrana. Namun demikian, segala sesuatunya perlu terlebih dahulu dilakukan langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan yang terjadi, ” katanya, menjelaskan.  (LE-JB)

Pos terkait