Karangasem, LenteraEsai.id – Akses jalan penghubung Banyu Campah-Kebung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, jebol setelah terkikis air banjir dengan meninggalkan lubang besar dan cekungan yang cukup dalam.
Akibatnya, jalan tak lagi dapat dilalui aneka jenis kendaraan, sementara warga masyarakat yang ingin menyeberang dari kedua arah, terpaksa harus dengan menyusuri jalan setapak turun-naik ke aliran sungai.
Jalan alternatif memang ada, tapi jaraknya memutar cukup jauh, sehingga para petani atau sejumlah siswa SD dan SMP yang biasa pergi ke sekolah dengan berjalan kaki, terpaksa harus turun-naik ke aliran sungai.
Sebelum menyusur jalan setapak, warga tampak harus menuruni jurang sedalam 4 meter lebih, lalu naik lagi menuju jalan raya. Untuk turun ke jurang, warga membuat tangga darurat. Jika dilihat, posisi tangga yang nyaris tegak lurus, sering disebutkan licin bila diguyur hujan.
“Ini kebetulan tidak turun hujan. Kalau hujan tangga licin. Tidak hanya itu, turun hujan juga membuat aliran sungai kembali banjir dengan arus yang deras. Kalau sudah begitu, terpaksa cari jalan alternatif yang jaraknya sekitar empat kali lipat jauhnya,” ujar I Ketut Dangin (50) seorang petani di Banjar Dinas Celetiga, Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen.
Tak hanya petani, siswa SD-SMP juga banyak yang harus turun ke sungai melewati jalan setapak. Di mana para orang tua yang mengantar anaknya dengan sepeda motor, biasanya hanya sampai di ujung jalan yang jebol tersebut. Sesampainya di sana, anaknya harus menyeberang dengan turun melewati sungai dan naik lagi menuju jalan raya kemudian berjalan kaki untuk sampai ke sekolah.
Pemerintah desa setempat mengaku belum punya rencana untuk membuat jembatan darurat, karena harus dibicarakan lewat rapat dengan pihak terkait terlebih dahulu.
Sementara Kabid Bina Marga Dinas PUPR dan Perkim Kabupaten Karangasem I Wayan Surata Jaya, ketika dihubungi Minggu (23/10/2022) mengatakan pihaknya akan berupaya memperbaiki jalan tersebut. “Rencananya akan diperbaiki pada awal tahun 2023 mendatang dengan menggunakan dana APBD. Semoga saja semuanya dapat berjalan lancar,” kata Surata Jaya. (LE/Ami)







