Angin Puting Beliung Mengamuk, 14 Rumah di Serdang Bedagai Porak-Poranda

Salah satu rumah warga yang rusak porak-poranda setelah diterjang angin puting beliung di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. (Foto: Dok Humas BNPB)

Serdang Bagai, LenteraEsai.id – Sebanyak 14 rumah yang dihunii 14 KK, nyaris hancur porak-poranda setelah diterjang angin puting beliung yang mengamuk di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Kamis (18/8) dini hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serdang Bedagai mencatat rumah yang rusak sebanyak itu berada di tiga desa, di dua kecamatan, yang meliputi Desa Pematang Setrak dan Desa Bogak Besar di Kecamatan Teluk Mengkudu, serta Desa Sukasari di Kecamatan Pejagahan.

Bacaan Lainnya

Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Serdang Bedagai telah berkoordinasi dengan lintas instansi terkait untuk monitoring dan kaji cepat. BPBD juga mendata kebutuhan mendesak yang diperlukan seperti bahan material bangunan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang terdampak.

Sebagaimana menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Jumat (19/8), hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai dan sekitarnya hingga Minggu (21/8) mendatang.

Menyikapi hal itu, pihak BNPB mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan bencana susulan yang bisa saja terjadi.

”Upaya seperti monitoring kekuatan struktur baliho dan pohon-pohon besar di wilayah perkotaan hingga desa, pemantauan lereng perbukitan, susur sungai, pembersihan aliran sungai, kanal, saluran drainase perkotaan, dan saluran irigasi agar dilakukan secara berkala untuk meminimalisir potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi tata ruang lingkungan,” kata Abdul Muhari PhD selaku Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran pers tertulisnya.

Guna mengantisipasi potensi ancaman bencana hidrometerologi lainnya seperti banjir, BNPB mengimbau apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau di lereng gunung maupun tebing, sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

“Pastikan memperoleh perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya,” ujar Abdul Muhari, mengingatkan.  (LE-SB) 

Pos terkait