Momen Media Gathering, Enam Guru Besar Baru Unud Resmi Diperkenalkan

Perkenalan secara resmi enam guru besar baru di Universitas Udayana, bertepatan pada momen media gathering yang berlangsung di Nusantara Cuisine Udayana Restaurant, pada Selasa tanggal 24 Mei 2022 (Foto: Dok LenteraEsai)

Jimbaran, LenteraEsai.id – Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof Dr Ir I Nyoman Gde Antara MEng IPU secara resmi memperkenalkan enam guru besar baru bertepatan pada momen media gathering yang berlangsung di Nusantara Cuisine Udayana Restaurant pada Selasa petang, 24 Mei 2022.

Keenam guru besar baru Unud itu adalah Prof Ir Ida Ayu Astarini MSc PhD (Fakultas MIPA), Prof Dr dr Tjokorda Gde Agung Senapathi SpAn KAR (Fakultas Kedokteran), Prof dr drh I Made Dwinata MKes (Fakultas Kedokteran Hewan), Prof Dr Ir I Putu Sampurna MS (Fakultas Kedokteran Hewan), Prof Dr Dra Ida Ayu Made Puspani MHum (Fakultas Ilmu Budaya) dan Prof Dr Dra Wiwik Susanah Rita MSi (Fakultas MIPA).

Bacaan Lainnya

“Rasio dosen yang bergelar guru besar di Universitas Udayana selama ini sekitar 12 persen, dan kini telah bertambah menjadi 12,6 persen. Jumlah lektor kepala adalah sekitar 300 orang, yang tentu saja diharapkan segera berproses menjadi guru besar di masa mendatang,” kata Prof Antara pada saat memberikan sambutan.

Sementara itu, disinggung soal dormitory yang sempat timbul pro dan kontra di masyarakat, Prof Antara menyebutkan akan tetap dijalankan, namun tentu saja dengan sejumlah kebijakan baru, sehingga bisa lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Ya mungkin momen kurang pas kalau diwajibkan karena saat ini masa pandemi Covid-19. Padahal sebenarnya tujuannya baik, karena dikhususkan bagi mahasiswa baru yang belum banyak mengenal lingkungan di wilayah Kampus Jimbaran, sehingga tentu akan sangat tertolong dengan adanya dormitory,” kata Rektor Unud dengan menjelaskan, sebenarnya diplot ada 6.000-an bed, sedangkan mahasiswa baru pada tahun ajaran baru nanti lebih dari 7.000-an, sehingga tidak semua diwajibkan untuk masuk dormitory karena tidak bisa menampung seluruhnya.

Prof Antara melanjutkan, untuk tahun 2023 semua mahasiswa diharapkan dapat menjalankan masa kuliah di Kampus Jimbaran, sehingga nanti keberadaan dormitory menjadi sangat diperlukan. Jumlah keseluruhan mahasiswa mencapai lebih dari 28.000-an. Dengan demikian akan diberlakukan sejumlah mekanisme untuk mahasiswa yang ingin tinggal di dormitory.

“Tetapi akan diprioritaskan untuk mahasiswa baru, dikarenakan mereka belum banyak mengenal lingkungan. Apalagi ada yang datang dari Surabaya, Jakarta, NTT dan berbagai kota lain di Indonesia, sehingga keberadaan dormitory akan sangat menolong mereka. Pada prinsipnya ini untuk kebaikan, dan diupayakan ke depan biaya sewanya lebih murah. Astungkara, moga tercapai,” kata Prof Antara, menjelaskan.  (LE-BD)

Pos terkait