Jurnalis LenteraEsai Sabet Penghargaan Pelatihan Jurnalistik Danone ‘Kelas Kebal Hoax’

Jakarta, LenteraEsai.id – Maraknya berita bohong atau hoax yang tersebar di intermet, menjadikan tantangan di era digital yang saat ini terus-menerus mengalami peningkatan. Kurangnya pemahaman dan wawasan, sering kali membuat masyarakat tertipu dengan berita hoax yang tersebar bebas di dunia maya.

Menyikapi hal tersebut, Danone Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar program edukasi untuk meningkatkan literasi digital, khususnya bagi para jurnalis yang ada di Indonesia sebagai upaya memerangi berita hoax yang tersebar di berbagai media sosial yang ada di internet saat ini.

Bacaan Lainnya

Program edukasi dan pelatihan jurnalistik ini bertajuk ‘Danone Journalistik Skill Up: Kelas Kebal Hoax’ yang berlangsung secara vitual melalui zoom meet pada 11 dan 12 April 2022. Program ini menargetkan jurnalis dari skala nasional maupun lokal.

Turut hadir sebagai pembicara dalam program ini, anggota Kelompok Kerja Pendidikan dan Pengembangan Profesi Dewan Pers Lahyanto Nadie, Co-Founder & Fact Chacker Spesialist Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Aribowo Sasmito, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Samuel A Pangerapan, dan Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin.

Dalam penyampaian materinya, Co-Founder & Fact Chacker Spesialist Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Aribowo Sasmito mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi pengguna internet terbesar di dunia. Aribowo juga mengatakan jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu, peningkatan penggunaan internet melonjak sebesar 54,25% dengan penetrasi internet mencapai 73,7 % dari total penduduk pada awal tahun 2022.

“Peningkatan penggunaan internet tentutnya akan sangat membantu masyarakat dalam mengakses informasi, baik demi kepentingan edukasi, kesehatan, hiburan, dan lain-lain. Sekitar 80,1 % dari 8 sampai sepuluh orang di Indonesia beralasan penggunaan internet hanya untuk menemukan informasi,” ucapnya.

Aribowo menambahkan jumlah kabar hoax yang cukup besar beredar, yakni saat memasuki tahun 2020, sebanyak 2.298. “Pada tahun 2019 kabar hoax mencapai 1.221 dan pada 2021 mencapai 1.888. Ini terlihat penyebaran hoax yang ada di Indonesia mengalami penurunan,” kata Aribowo sembari mengungkapkan, ada tiga topik utama yang marak digunakan untuk membuat kabar hoax, yaitu kesehatan, politik, dan kriminalitas.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel A Pangerapan mengatakan bahwa pemahaman serta pengetahuan tentang dunia internet dan teknologi informasi sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran berita hoax perlu terus ditingkatkan.

“Dari adanya pemahaman serta pengetahuan tentang internet, dapat mengurangi penyebaran hoax yang ada di Indonesia ini dan dapat dimulai dari insan pers sebagai corong sumber informasi yang didapatkan oleh masyarakat,” ujarnya, menekankan.

Setelah pemaparan materi selesai dibawakan oleh para narasumber, Danone Indonesia mengadakan kuis berhadiah uang tunai untuk para jurnalis yang mengikuti program edukasi dan pelatihan sebagai resume materi yang telah diberikan oleh para narasumber.

Dari kuis yang telah dilakukan, terdapat 5 pemenang secara nasional yang berhak mendapatkan penghargaan dan sejumlah uang tunai, yaitu Eli dari media Nawacitapost.com, Siti Fatimah dari Tribun Jabar, I Ketut Pasek Bayu Suta dari LenteraEsai.id, Komi Kendy dari Tribun Bengkulu, serta yang terakhir Rival Almunaf dari Tribun Jateng. 

Pemimpin Redaksi LenteraEsai.id PK Yanes Setat yang dihubungi terpisah, mengucapkan selamat kepada Bayu Suta atas raihan juara tiga dalam penyelenggaraan kuis berhadiah Danone Indonesia yang dikaitkan dengan materi yang telah disampaikan para narasumber dalam pelatihan.

“Ini model edukasi dan pelatihan yang perlu terus dikembangkan guna secara bersama-sama memerangi berita hoax yang tak jarang merugikan teman-teman jurnalis yang benar-benar bekerja sesuai dengan kaidah jurnalistik yang kita sepakati bersama,” ujar mantan Kepala LKBN Antara Biro Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, menambahkan.  (LE-JK) 

Pos terkait