Bupati Dana Berpesan pada Pemuda Untuk Ingatkan Masyarakat “Sing Dadi Kene, Yen Kene, Kene Dadinne”

Amlapura, LenteraEsai.id – Bupati Karangasem Gede Dana mengatakan, mitigasi bencana merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum dan sesudah terjadinya bencana, termasuk dalam upaya menekan kerugian pascabencana.

Bupati Dana mengatakan hal itu di hadapan para pemuda KMHDI Karangasem dalam acara pembukaan Sabha V PC KMHDI (Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia), di Aula Sabha Widya Praja Disdikpora Kabupaten Karangasem, di Amlapura, Sabtu (15/1).

Bacaan Lainnya

Pembukaan Sabha V PC KMHDI ini diisi dengan seminar Mitigasi Bencana mengambil tema ‘Mahasiswa Penggerak Karangasem Tanggap Bencana’.

Dalam kesempatan itu, Bupati Dana meminta para pemuda khususnya KMHDI tetap bersinergi dengan pemerintah untuk melakukan mitigasi, mulai dengan langkah sederhana seperti memberitahu bahwa “Sing Dadi Kene, Yen Kene, Kene Dadinne” (Tidak boleh begini, jika begini, begini jadinya, Red).

Atau dengan kata lain, lanjut dia, jika masyarakat melakukan hal yang menimbulkan potensi besar terjadinya bencana seperti membuang sampah sembarangan dan menghabiskan hutan, maka sudah pasti akan menyebabkan bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Bupati Dana juga mengungkapkan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada para pemuda yang telah bergerak bersama pemerintah membantu masyarakat Karangasem saat tertimpa bencana.

“Saya sangat mengapresiasi para pemuda yang telah membantu masyarakat Karangasem yang tertimpa bencana, baik bencana alam maupun bencana non alam seperti Covid-19,” ucapnya.

Gede Dana menambahka, mitigasi merupakan langkah yang lebih baik dalam upaya menekan kerugian pascabencana. Sebab dengan mitigasi bencana yang berpotensi terjadi di suatu tempat, tentu akan dapat diminimalisir dampaknya seperti dilakukannya langkah-langkah pencegahan atas timbulnya kerusakan yang lebih parah.

Di akhir sambutannya, Gede Dana mengajak seluruh pemuda Karangasem untuk tidak pernah takut menyuarakan saran, masukan, bahkan kritik ke pemerintah, sebab pemuda memiliki daya serap dan kepekaan yang tinggi terhadap isu-isu yang terjadi di masyarakat.

“Jangan pernah takut atau malu memberikan kritik, saran, dan masukan kepada kami. Karena, dengan kritik akan dapat menjadi salah satu faktor tercapainya kemajuan pembangunan Karangasem,” ujarnya, menandaskan.

Sementara itu, Ketua PC KMHDI Karangasem Putri Cahyaningsih mengatakan, pelaksanaan Sabha V kali ini disinkronkan dengan pelaksanaan seminar mitigasi bencana, mengingat Karangasem merupakan wilayah yang rawan bencana dan sekaligus memberikan pemahaman kepada para pemuda untuk lebih tanggap bencana, khususnya dalam hal mitigasi.

“Sabha merupakan tingkat musyawarah tertinggi dalam cabang, dan dalam kesempatan ini bersamaan dengan sabha juga dilaksanakan seminar mitigasi bencana untuk mengajak semua pemuda melek terhadap pencegahan bencana,” ucapnya, menjelaskan.  (LE-KR1)

Pos terkait