Tempat Wisata Sudah Dibuka, Tapi Pengunjung Hotel dan Restoran di Karangasem Masih Sepi

Karangasem, LenteraEsai.id – Beberapa tempat wisata yang ada di Kabupaten Karangasem, Bali sudah dibuka untuk wisatawan sejak beberapa pekan yang lalu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Tetapi, seiring telah dibukanya tempat wisata tersebut ternyata hingga saat ini masih belum berpengaruh terhadap jumlah pengunjung yang datang ke hotel dan juga restoran yang ada, kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem I Wayan Kariasa, saat dikonfirmasi, Rabu (29/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Tempat wisata memang sudah dibuka, tapi masih belum berpengaruh terhadap jumlah pengunjung yang datang ke hotel dan juga restoran yang ada di Karangasem. Kalaupun ada yang datang, paling cuma beberapa saja, masih bisa dihitung dengan jari dan lebih banyak didominasi oleh wisatawan lokal (Bali),” kata Kariasa.

Akibat masih minimnya pengunjung, lanjut dia, cukup banyak hotel dan restoran di Kabupaten Karangasem memutuskan untuk belum membuka lahan usahanya.

“Sampai saat ini masih banyak hotel dan restoran di Karangasem yang  belum buka, sehingga masih banyak karyawan yang tetap dirumahkan. Ini karena jumlah wisatawan yang datang masih sangat sepi,” ucap Kariasa, mengungkapkan.

Untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke tempat wisata yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap kunjungan yang datang ke hotel dan juga restoran, Kariasa berharap pemerintah mengizinkan untuk anak-anak yang umurnya di bawah 12 tahun boleh masuk ke tempat-tempat wisata.

“Jika anak-anak yang usia di bawah 12 tahun boleh masuk tempat wisata, ada kemungkinan wisatawan yang datang akan lebih banyak lagi karena biasanya banyak keluarga yang berlibur dengan membawa anak-anak mereka,” kata Kariasa.

Selain itu, Kariasa juga berharap pintu internasional bisa segera dibuka, karena sebelum pandemi Bali cukup banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. “Kalau bisa untuk wisatawan yang sudah dua kali vaksin dan juga hasil test PCR-nya negatif, tidak usah dikarantina lagi, karena mereka akan terpantau melalui aplikasi PeduliLindungi yang sudah terpasang di setiap tempat wisata,” ujar Kariasa, menandaskan. (LE-Jun) 

Pos terkait