Karangasem, LenteraEsai.id – Penjagaan di pintu keluar masuk Bali melalui Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem diperketat pascaterjadinya ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3) pagi.
Kapolsek Kawasan Padangbai Kompol Made Suadnyana ketika dihubungi membenarkan bahwa pihaknya kini memperketat penjagaan di pintu keluar masuk Pelabuhan Padangbai pascamulculnya aksi teror bom di pintu masuk Gereja Katedral di Makassar itu.
“Mulai hari ini kami lebih memperketat pemeriksaan terhadap orang dan barang yang masuk ke Bali melalui pintu Pelabuhan Padangbai, guna mencegah timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kompol Suadnyana, menjelaskan.
Pada siang itu, pemeriksaan tampak terfokus kepada orang, barang bawaan dan kendaraan penumpang yang baru saja turun dari KMP Gading Nusantara di Dermaga 1 Pelabuhan Padangbai, setelah sebelumnya kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat.
“Dari hasil pemeriksaan oleh personel yang kami kerahkan, tidak ditemukan adanya bentuk pelanggaran maupun barang berbahaya yang dibawa penumpang kapal yang baru tiba di pelabuhan untuk tujuan masuk ke Bali,” katanya.
Kompol Suadnyana menambahkan, esok hari akan dilakukan penambahan personel yang siaga di Pelabuhan Padangbai untuk melakukan serangkaian pemeriksaan dan pengamanan.
“Rencana besok juga akan ada penambahan perangkat dan personel dari K9 Ditsamapta Polda yang khusus memeriksa barang bawaan dan yang lainnya dari para penumpang yang akan masuk Bali melalui Pelabuhan Padangbai,” ujar Kompol Suadnyana.
Petugas yang siaga di pelabuhan selain dikerahkan untuk memeriksa orang, barang bawaan dan kendaraan, juga ditekankan untuk sekaligus melancarkan imbauan kepada mereka tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan Covid-19, ucapnya, menandaskan.
Seperti telah diberitakan, sebuah bom yang memiliki daya ledak cukup tinggi meletus di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu pagi pukul 10.28 Wita. Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat tengah beribadah di ruang gereja.
Petugas yang turun ke lokasi selain menemukan beberapa potongan tubuh manusia yang diduga berasal dari 2 pelaku bom bunuh diri, juga mengevakuasi sedikitnya 20 jemaat dan petugas pengamanan setempat yang mengalami luka-luka ke rumah sakit. (LE-Jun)







