Gugus Tugas: Covid-19 Musuh Tak Kasat Mata, Mengincar Kelengahan Kita

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 Provinsi Bali Dewa Made Indra

Denpasar, LenteraEsai.id – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan bahwa pengendalian dan pencegahan merebaknya Covid-19 adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya.

“Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan di manapun berada. Ingat pesan ibu “terapkan 3M” yakni memakai masker di manapun terutama saat berada di tengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain,” kata Dewa Made Indra melalui siaran pers pada media, Jumat (13/11/2020).

Bacaan Lainnya

Dia melanjutkan, hendaknya warga tetaplah waspada dan patuh menjalankan protokol kesehatan di manapun berada. “Covid-19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen kelengahan kita,” katanya.

Menurut dia, perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari Jumat (13/11/2020) mencatat pertambahan kasus: terkonfirmasi sebanyak 64 orang (63 orang melalui transmisi lokal dan 1 PPDN). Sembuh sebanyak 61 orang, dan 1 orang meninggal dunia.

Jumlah kasus secara kumulatif sebagai berikut: terkonfirmasi positif 12.583 orang, sembuh 11.555 orang (91,83%), dan meninggal dunia 404 orang (3,21%). Kasus aktif per hari ini menjadi 624 orang (4,96%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yg diterapkan adalah Rp. 100.000,- bagi perorangan, dan Rp. 1.000.000,- bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar. (LE-DP1)

Pos terkait