Dagang Beras Bangli Memotivasi Generasi Milenial Terjun Jadi Youtuber

Dewa Sang Made Dwi Apriana (kiri) ketika sedang wawancara dengan pemilik kolam ikan koi

Bangli, LenteraEsai.id – Tidak semua warga merasa terpuruk ketika dunia dilanda pandemi Covid-19. Salah satunya adalah Dewa Sang Made Dwi Apriana yang justru terlecut berkreasi dengan membuat konten-konten video kreatif yang diunggah di platform Youtube.

“Saya intens membuat konten Youtube itu sejak Mei 2020. Materi kontennya sesuai hobi saya yang menyukai ikan koi, sehingga saya membuat channel bernama ‘Seputar Ikan Koi’,” kata pria berusia 30 tahun ini ketika memberi keterangan pada media Sabtu, 19 September 2020.

Bacaan Lainnya

Menyinggung soal latar belakang, ia mengatakan bahwa dirinya tertarik membuat channel Youtube karena sejak kuliah memang menyukai bidang editing video. Padahal, ia memilih jurusan sebagai pendidik di bidang agama.

“Ketika lulus kuliah, saya tidak menjadi guru agama, tetapi justru berkarir sebagai head marketing di sebuah perusahaan finance terbesar di Indonesia. Namun, sejak pertengahan Mei akhirnya berhenti. Di sinilah saya kemudian tertarik untuk fokus membuat konten video, karena merupakan passion saya sejak dulu,” ujar pria yang akrab dipanggil Sang Dwi.

Sang Dwi melanjutkan, ketika awal-awal membuat konten Youtube, kakaknya mulai menentang dengan keras. Akan tetapi, seiring berjalanannya waktu melihat Sang Dwi justru dikenal sebagai Youtuber, akhirnya kakaknya menjadi luluh dan memberikan dukungan.

Sementara itu, istri Sang Dwi yakni Ni Wayan Apriyani sejak semula memang menyetujui pilihannya yang berkeinginan menjadi Youtuber. Tidak mengherankan jika Wayan Apriyani tidak melarang ketika Sang Dwi berpamitan untuk melakukan syuting konten di beberapa tempat di wilayah Bangli atau Gianyar.

“Memang saat ini, hasil dari membuat video di Youtube belum sepeserpun saya terima, karena memang saya baru dimonetisasi tanggal 17 September setelah sebelumnya memenuhi persyaratan untuk memiliki 1.000 subscriber dan 4.000 jam tayang. Tetapi saya yakin channel saya mampu berkembang dan pada saatnya akan menghasilkan rezeki. Untuk saat ini, kehidupan berkeluarga didukung bisnis beras. Bisnis ini dikelola dengan baik oleh istri, setelah sebelumnya diberikan pinjaman modal oleh kakak. Saya dan istri bahu-membahu menjalankan bisnis beras, namun kalau untuk konten Youtube, istilahnya saya baru mulai untuk ‘start’ karena juga baru dimonetisasi,” jelas Sang Dwi.

Dia melanjutkan, kendala selama ini yang ditemui sebagai pembuat konten adalah tidak semua pemilik kolam koi bersedia ditemui untuk membuat video. Padahal, selain bertujuan utama membuat konten video, Sang Dwi juga berharap langkahnya ini bisa menularkan edukasi tentang cara atau kiat memelihara ikan koi agar berhasil.

Kepada para generasi milenial, Sang Dwi menyampaikan pesan bagi yang ingin bergelut membuat konten untuk Youtube. Hendaknya pada awal membuat channel, bersikap tegar dan tahan banting. Biasanya pada tahap awal, selalu ada saja kendala menghadang. Seperti yang pernah dihadapinya dulu, ia pernah dituding membeli subscribe, namun ia tidak bersikap meradang. Sang Dwi mengaku tetap fokus membuat video dan berupaya menampilkan hasil editan video semaksimal mungkin.

Langkah ini terbukti tepat. Terbukti akhirnya video Seputar Ikan Koi perlahan-lahan memiliki penggemar tersendiri, khususnya dari sesama pencinta ikan koi. Melihat channelnya makin berkembang, Sang Dwi berharap suatu hari ia memiliki tim tersendiri untuk pembuatan konten video. Tidak semuanya sendiri seperti saat ini, karena ia terbilang memang masih di fase merintis usaha.

“Satu nasihat lagi, kalau membuat konten untuk Youtube, sebaiknya fokus pada satu tema. Dulu pada awal membuat konten, saya masih mengusung tema campur aduk. Ada layangan, liburan dan koi. Setelah sebulan berjalan, akhirnya video layangan dan liburan saya hapus, karena ingin fokus tentang koi saja. Dan sebaiknya, membuat konten tidak semata-mata mengejar materi, tetapi harus tetap memiliki idealisme, ada nilai positif yang ingin disampaikan. Kalau kita sudah berbuat terbaik, nanti hasil akan mengikuti dari endorse dan adsense tentunya,” katanya di akhir perbincangan.  (LE-BL)

Pos terkait