Menteri HAM Soal Reshuffle: Mimpi Saya Cuma Jadi Aktivis

Menteri HAM soal reshuffle: Mimpi saya cuma jadi aktivis
Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Natalius Pigai memberikan keterangan kepada wartawan terkait resufle kabinet saat ditemui usai mengikuti Bali-Timor Leste Business Forum di KEK Kura-Kura Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (2/10/2026). ANTARA/Rolandus Nampu

Denpasar, LenteraEsai.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai menanggapi dinamika perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih dengan mengaku tidak pernah bercita-cita menduduki jabatan tinggi di pemerintahan yang sejak awal hanya bermimpi menjadi aktivis memperjuangkan keadilan.

“Saya tuh tulus. Saya, mimpi saya cuma aktivis kok, enggak pernah mimpi lebih tinggi. Tiba-tiba jadi pimpinan Komnas HAM, tiba-tiba jadi Menteri HAM,” kata Pigai saat menghadiri Bali-Timor Leste Business Forum di Denpasar, Bali, Jumat.

Bacaan Lainnya

Dia mengaku tidak mempermasalahkan apabila Presiden Prabowo Subianto menggantinya dari jabatan menteri. Bahkan, ia menilai akan lebih terhormat apabila pergantian tersebut dilakukan ketika dirinya sedang menjalankan tugas negara.

Pigai mengatakan dirinya tetap memilih menghadiri kegiatan Bali-Timor Leste Business Forum tersebut karena ingin menghormati Timor Leste sebagai negara sahabat.

“Tiba-tiba ada undangan dari Pak Arya Wedakarna (Anggota DPD RI perwakilan Bali) menyampaikan kepada saya akan ada pertemuan Bali dan Timor Leste Business Forum. Saya mikir, kalau saya diganti oleh Bapak Presiden pada saat saya melaksanakan tugas, itu lebih terhormat,” ujarnya.

Pigai mengatakan dirinya tidak pernah membayangkan perjalanan kariernya akan membawanya dari dunia aktivisme hingga menduduki jabatan pimpinan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan kemudian menjadi Menteri HAM.

Ia pun menegaskan kehadirannya dalam forum bisnis Indonesia-Timor Leste tersebut merupakan bentuk komitmennya menjalankan tugas sekaligus menghormati hubungan persaudaraan kedua negara.

“Makanya karena saya tulus, saya mengesampingkan situasi kemarin di Jakarta ketika 17 orang di-reshuffle. Saya memutuskan ke sini. Sekaligus menghormati Timor Leste sebagai saudara,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pigai turut menyinggung persoalan keterwakilan kelompok minoritas dalam kepemimpinan nasional.

Menurut Pigai, kehadiran pemimpin dari komunitas minoritas dalam jabatan strategis nasional merupakan bagian dari upaya memperjuangkan kesetaraan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa.

“Kami ingin ada Wakil Presiden yang berasal dari komunitas minoritas,” ujarnya.

Pigai juga mendorong para pejabat Indonesia, khususnya di Kementerian Luar Negeri, agar lebih percaya diri dan aktif menyampaikan pandangan dalam forum multilateral.

Ia menilai keberanian mengambil peran di tingkat internasional penting untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia.

Dalam forum tersebut, Pigai menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Pertanian Timor Leste dan seluruh peserta forum.

Dirinya menyampaikan beberapa program strategis Pemerintah Presiden Prabowo Subianto kepada para delegasi.

Ia juga mengajak delegasi Timor Leste untuk terus berkunjung ke Bali dan Indonesia sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kedua negara. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait