Muspa Bali 2 Ditutup, Denpasar dan Badung Borong Gelar Juara

Muspa Bali 2 Ditutup, Denpasar dan Badung Borong Gelar Juara
Perwakilan Denpasar dan Badung raih juara pada ajang Muspa Bali 2. (Foto: dok Tim Muspa Bali 2).

Buleleng, LenteraEsai.id – Rangkaian Temu Remaja KSPAN (Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba) Provinsi Bali 2 (Muspa Bali 2)Tahun 2026 resmi berakhir di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Rabu (30/9/2026).

Penutupan kegiatan selama dua hari tersebut ditandai dengan pembagian hadiah kepada para pemenang berbagai lomba yang diikuti perwakilan KSPAN dari kabupaten kota se-Bali.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali tersebut diikuti sekitar 225 siswa yang tergabung dalam KSPAN, bersama para pembina, panitia dan tim juri.

Sejumlah lomba digelar dalam Muspa Bali 2, di antaranya Tutor Sebaya KSPAN, Mading KSPAN, Video Edukasi On The Spot dan Jejak KSPAN.

Pada lomba Tutor Sebaya KSPAN, Denpasar meraih juara pertama dengan total nilai 280. Posisi kedua ditempati Badung dengan nilai 270, sedangkan Karangasem meraih juara ketiga dengan nilai 251.

Untuk lomba Mading KSPAN, juara pertama diraih Badung dengan nilai 289. Denpasar berada di posisi kedua dengan nilai 286 dan Jembrana sebagai juara ketiga dengan nilai 285.

Sementara itu, lomba Video Edukasi On The Spot menempatkan Klungkung sebagai juara pertama dengan nilai 279,7. Karangasem meraih juara kedua dengan nilai 279 dan Jembrana juara ketiga dengan nilai 272,9.

Pada lomba Jejak KSPAN, Denpasar kembali meraih juara pertama dengan nilai 455,9. Karangasem menjadi juara kedua dengan nilai 433,8, disusul Badung sebagai juara ketiga dengan nilai 427,8.

Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali, AA Ngr Patria Nugraha mengatakan, hasil perlombaan merupakan keputusan dewan juri yang telah melakukan penilaian sesuai bidang masing-masing.

Menurutnya, tim juri melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, unsur LSM seperti Yayasan Kesehatan Bali, Kisara PKBI Bali dan Yayasan Bumi Sehat, BNN, Primetime Bali hingga unsur Biro Humas untuk penilaian lomba video edukasi.

“Untuk penilaian ini, tentunya kami menyerahkan sepenuhnya kepada dewan juri. Jadi keputusan dewan juri memang sudah tidak bisa diganggu gugat. Ini murni penilaian dari pihak juri. Kami dari panitia tidak ada campur tangan,” kata Patria.

Ia mengingatkan para peserta, agar tidak berkecil hati bagi yang belum meraih juara. Menurutnya, tujuan utama Temu Remaja KSPAN (Muspa) bukan hanya memenangkan perlombaan, tetapi memperkuat peran siswa dalam mengedukasi dan mensosialisasikan pencegahan HIV-AIDS serta penyalahgunaan narkoba.

“Yang kalah dan yang menang janganlah berkecil hati. Semangat anak-anak ini jangan sampai padam untuk mengedukasi ataupun menyosialisasikan terkait penanggulangan HIV – AIDS,” ujarnya.

Patria juga menyampaikan komitmen KPA Provinsi Bali untuk melanjutkan kegiatan Temu Remaja KSPAN ini. Ia menyebut kegiatan serupa diharapkan dapat kembali digelar pada 2028 dengan arahan dan kebijakan Ketua KPA Provinsi Bali yang juga Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta.

“Kita harapkan di dua tahun kemudian, di tahun 2028, kita akan mengadakan Temu Remaja KSPAN lagi. Tentunya dengan arahan dan kebijakan dari Bapak Wakil Gubernur Bali selaku ketua kami, yang memberikan motivasi kepada anak-anak semuanya. Semoga ke depannya lebih baik lagi,” katanya.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti di lokasi acara. Para peserta diharapkan menularkan informasi tersebut kepada teman sebaya, lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Untuk anak-anak yang mendapatkan ilmu pada hari ini, tentu tidak jauh dari teman sebaya, teman sekolahnya, dapat menularkan informasi yang didapat dari Temu Remaja KSPAN Bali 2 (Muspa Bali 2) ini,” jelasnya.

Peserta: Sedih Harus Berpisah

Penutupan Muspa Bali 2 juga meninggalkan kesan bagi para peserta. Ni Nyoman Dewi Madari, perwakilan kontingen Karangasem, mengaku merasakan perasaan campur aduk setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari.

Ia merasa senang karena mendapatkan pengalaman dan kesempatan bertemu dengan siswa-siswi terpilih dari berbagai kabupaten kota di Bali. Namun, berakhirnya kegiatan juga membuatnya merasa sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang baru dikenalnya.

“Kegiatan ini sangat luar biasa karena jarang sekali ada wadah yang mempertemukan siswa-siswi berprestasi dan terpilih dari seluruh Provinsi Bali,” ujar Madari.

Hal senada disampaikan Ni Made Chandiani Lawangi, perwakilan kontingen SMP dari Klungkung. Ia mengaku senang dapat bertemu dan membangun relasi dengan peserta dari berbagai daerah, termasuk Jembrana, Karangasem dan Denpasar.

Namun, ia berharap komunikasi dan tali persaudaraan yang telah terbangun selama kegiatan tidak berhenti setelah Muspa Bali 2 selesai.

“Saya sangat senang karena dapat berjumpa dengan teman-teman antar-kontingen. Namun sedih juga karena kegiatan ini sudah usai dan kita akan segera berpisah,” ungkap Chandiani.

Ia berharap tali persaudaraan antar peserta tetap terjalin dan kegiatan Muspa Bali dapat kembali dilaksanakan dengan semakin baik pada masa mendatang.

Melalui kegiatan tersebut, KPA Provinsi Bali berharap para anggota KSPAN tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi agen edukasi bagi teman sebaya dalam upaya pencegahan HIV – AIDS, penyalahgunaan narkoba dan penyakit menular seksual.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Bali dalam mencapai target Three Zero serta target 95-95-95 dalam penanggulangan HIV-AIDS. (LE-VJ)

Pos terkait