Kunjungi Warga Dikarantina, Gede Dana Disambut Tangisan Pilu Pedagang Keliling

Karangasem, LenteraEsai.id – Ketua DPRD Kaupaten Karangasem I Gede Dana merasa gundah ketika turun langsung mendatangi rumah salah seorang warga yang tengah menjalani karantina mandiri di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem beberapa waktu lalu.

Ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (23/7/), Gede Dana menceritakan tentang bagaimana dampak sosial yang sangat luar biasa dialami oleh si pasien beserta keluarganya. Tidah hanya itu, para tetangga si pasien yang tenggah menjalani karantina itu juga merasakan dampak sosial tersebut.

Bacaan Lainnya

“Virus Corona ini benar-benar memberikan dampak sosial yang luar biasa. Pengalaman saya turun megunjungi salah satu warga yang menjalani karantina mandiri di wilayah Desa Sibetan beberapa hari lalu, menjadi salah satu contoh. Tidak hanya warga yang menjalani karantina, namun hingga tetangganya juga terkena imbas, ikut dikucilkan warga sekitarnya,” tutur Gede Dana.

Ketika itu, Gede Dana bersama rombongan turun ke wilayah Desa Sibetan dengan maksud untuk melihat kondisi dan memberikan bantuan berupa sembako kepada warga yang tengah menjalani karantina mandiri.

Hanya saja saat tiba di lokasi, Gede Dana justru mendapat sambutan tangisan memilukan dari seorang perempuan paruh baya, yaitu tetangga dari warga yang menjalani karantina tersebut.

Sambil menangis, perempuan yang mengaku bekerja sebagai pedagang keliling tersebut curhat kepada Gede Dana tentang apa yang ia alami setelah tetangganya menjalani karantina mandiri lantaran salah seorang keluarga bersangkutan ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saya sudah tidak ada penghasilan lagi pak, kemana-mana berjualan tidak diizinkan dan saya juga ikut dikucilkan, padahal bukan saya yang diisolasi,” ujar perempuan tersebut seperti yang ditirukan Gede Dana, sambil tak kuasa menahan air matanya yang terus meleleh.

Melihat kejadian tersebut, sebagai Ketua DPRD Kabupaten Karangasem, Gede Dana ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak merasa takut yang berlebihan, apalagi sampai mengucilkan, membuli serta memusuhi tetangga yang sedang menjalani karantina mandiri.

“Bertindaklah sewajarnya. Yang penting tetap jaga jarak, pakai masker dan patuhi protokol kesehatan lainnya,” kata Gede Dana dengan menekankan, “Bahkan tetangga harus bisa mensupport, memberi semangat kepada mereka agar situasi ini bisa mereka lalui dengan baik.”

“Saya datang langsung hari itupun untuk memberikan support dan dukungan moril kepada warga tersebut, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Istilahnya seperti api, ketika sudah tahu ada api, ya jangan sentuh langsung api itu. Kita atur jaraknya agar tidak terbakar,” ucapnya, mengingatkan.

Ia menjelaskan, untuk memberikan support sebenarnya bisa juga dilakukan dengan tidak harus datang dan bertatap muka langsung dengan warga yang tengah dikarantina. “Yah..zaman sekarang, kan bisa memberikan semangat melalui media lain seperti telepon maupun video call,” ujar Gede Dana, mengharapkan.  (LE-KR6)

Pos terkait