Yayasan Puspadi Bali Mulai Produksi Tangan Palsu untuk Penyandang Disabilitas

Yayasan Puspadi Bali Mulai Produksi Tangan Palsu untuk Penyandang Disabilitas
Yayasan Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas (Puspadi) Bali I Made Gunung menunjukkan produk tangan palsu sebagai proyek percontohan yang diproduksi di Denpasar, Bali, Senin (12/1/2026)

Denpasar, LenteraEsai.id – Yayasan Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas (Puspadi) Bali mulai mengembangkan produksi tangan palsu sebagai upaya memperluas layanan alat bantu bagi penyandang disabilitas fisik di Bali dan wilayah sekitarnya.

Ketua Yayasan Puspadi Bali, I Made Gunung, mengatakan produksi tangan palsu dimulai pada Januari 2026 dan masih bersifat proyek percontohan. Pada tahap awal, yayasan tersebut menargetkan pembuatan lima unit tangan palsu.

Bacaan Lainnya

“Saat ini sudah ada penyandang disabilitas yang membutuhkan alat bantu tangan palsu. Namun karena masih tahap uji coba, harga belum kami tetapkan,” ujarnya di Denpasar, Senin.

Produksi tangan palsu ini melengkapi layanan Puspadi Bali yang sebelumnya telah memproduksi berbagai alat bantu, seperti kaki palsu bawah dan atas lutut, ankle foot orthosis (AFO), serta alat penyangga kaki lainnya.

Seluruh proses pembuatan, mulai dari perakitan hingga penyesuaian alat dengan pengguna, dilakukan langsung di workshop Yayasan Puspadi Bali yang berlokasi di Pusat Annika Linden, Jalan Bakung, Denpasar. Bahan yang digunakan antara lain gips dan plastik polystone.

Meski demikian, beberapa komponen utama alat bantu masih harus didatangkan dari luar negeri. Saat ini, biaya pembuatan kaki palsu bawah lutut mencapai sekitar Rp8,9 juta, sementara kaki palsu atas lutut sekitar Rp12,3 juta per unit.

Gunung menjelaskan, penyandang disabilitas dengan kemampuan ekonomi memadai dapat membeli alat bantu secara mandiri. Sementara bagi masyarakat kurang mampu, pihak yayasan akan berupaya mencarikan sponsor, meski harus melalui daftar tunggu.

“Kami masih aktif mencari sponsor. Sejak erupsi Gunung Agung dan pandemi COVID-19, jumlah dukungan mengalami penurunan,” katanya.

Dalam satu tahun, Puspadi Bali rata-rata memproduksi sekitar 100 unit kaki palsu bawah lutut, 45 hingga 50 unit kaki palsu atas lutut, 10 hingga 15 unit alat penyangga, serta sekitar 400 unit AFO. Sepanjang 2025, yayasan ini telah menyalurkan 103 kaki palsu bawah lutut, 50 kaki palsu atas lutut, dan 372 unit AFO.

Layanan Puspadi Bali tidak hanya diakses oleh masyarakat di Bali, tetapi juga oleh penyandang disabilitas dari wilayah Indonesia bagian timur, seperti Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. (LE-VJ)

Pos terkait