Mangupura, LenteraEsai.id — Komisi IV DPRD Kabupten Badung, Kamis, 8 Januari 2026 menggelar rapat kerja (raker) dengan Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung, Mangusada. Raker berlangsung di kantor DPRD Badung dari pukul 10.00 WITA sampi selesai. Rapat itu dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana.
Dalam Raker Komisi IV DPRD Badung dengan manajemen RSUD Mangusada antara lain mengemuka, pelayanan kesehatan terkendala karena kekurangan alat kesehatan (alkes). Banyak juga alat kesehatan yang tidak sesuai dengan perkembangan. Sedang jumlah pasien tiap hari cukup banyak, berkisar 700 orang hingga 1000 orang.
Sedangkan masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang paripurna dan cepat. Maka dari itu penambahan dan kelengkapan alkes mesti disegerakan. Jangan sampai karena kekurangan alkes dan tidak memadai alkes, mengundang protes dari masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Badung Graha Wicaksana menjelaskan, latar belakang diadakan Raker dengan pihak RSUD Mangusada, karena banyak dapat masukan dari masyarakat. Misalnya pelayanan tidak bagus. Antrean terlalu lama, terutama ketika menunggu obat.
Menurutnya, kalau pelayanan tidak bagus akibat kekurangan alkes, berarti makin kecil kebahagiaan masyarakat terhadap Pemkab Badung. Maka itu kekurangan alkes harus segera dilengkapi.
“Karena kesehatan mandatori, kekurangan alat dan fasilitas harus ditambahkan. Ketika kesehatan bagus meningkatkan tarap hidup dan kebahagiaan masyarakat,”katanya.
Ditambahkan Graha Wicaksana, penambahan alkes diprioritaskan pelayanan dasar seperti jantung, stroke, kanker, ibu dan anak dan sebagainya. Pelayanan dasar harus dilengkapi. Sedang sumber daya manusia (SDM) tergolong bagus.
“Dirut RSUD Mangupura dan Badan pengawas prioritaskan penambahan fasilitas. Yakni untuk pelayanan dasar sebelum melebar ke yang lain,” jelasnya.
Pewarta: I Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan







