Pemkab Tabanan Hadiri Seremonial Mepandes Bersama Krama Tabanan

Kegiatan Yadnya kerja sama pemerintah dan Yayasan Angel Hearts Bali yang digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Minggu (26/5). (Foto: Prokopim Tabanan)

Tabanan, LenteraEsai.id – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang diwakili oleh Sekda I Gede Susila menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara seremonial Mepandes Bersama Krama Tabanan. Kegiatan yadnya atas kerja sama pemerintah dan Yayasan Angel Hearts Bali itu, digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Minggu (26/5/2024).

Kegiatan Mepandes Bersama yang mengambil tema ‘Yayasan Angel Heart Bali Hadir untuk Melayani, Berbagi dan Berbakti’ tersebut, nampak dihadiri oleh Ida Sulinggih Lanang dan Istri sekaligus Jero Mangku Lanang Istri, Ida Cokorda Anglurah Tabanan, jajaran Forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala OPD terkait dan para kepala bagian di lingkungan Pemkab, Camat Tabanan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, Ketua PHDI Tabanan dan Founder Yayasan Angel Hearts Bali.

Bacaan Lainnya
Diikuti dengan penuh antusias, sebanyak ratusan peserta terdaftar dalam kegiatan ini. Terdiri dari 403 peserta metatah, 25 orang peserta otonan, 110 orang peserta tiga bulanan, 82 orang peserta mepetik, 125 orang menek kelih dan 9 orang peserta sudi wedani dengan jumlah peserta keseluruhan sebanyak 521 orang.
Bupati Tabanan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Susila mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan menyampaikan selamat dan terima kasih atas terselenggaranya Upacara Manusa Yadnya ini. Sekaligus berharap, melalui acara ini memberikan kemudahan dalam berpikir, berkata, berbuat serta melaksanakan petunjuk dan perintah agama dalam kehidupan sehari-hari.
Di kesempatan itu, pihaknya menjelaskan terkait 6 musuh yang dihadapi dalam hidup sebagai manusia, yakni sad ripu. Di mana, salah satu tradisi spiritual yang mampu menghilangkan musuh-musuh tersebut adalah melalui mepandes. “Jadi pada hari ini setelah mepandes, saya ingin kepada semuanya untuk dapat melepaskan atau membuang hal-hal buruk atau kesalahan-kesalahan di masa lalu. Mulailah hidup dengan mengikuti petunjuk dan perintah agama, karena mepandes ini adalah simbol dari lepasnya musuh-musuh yang ada pada diri kita,” ujarnya.
Melalui pidato tersebut, Susila menambahkan, para orang tua, wajib memberikan pengetahuan yang baik kepada anak-anaknya. “Sebab di zaman ini, yang sering disebut zaman Kaliyuga, pengetahuan yang paling penting bagi masa depan anak cucu kita adalah pengetahuan agama, karena jika pengetahuan agama sudah kuat, ke depannya akan selalu membawa kebaikan dalam berjalannya kehidupan,” imbuhnya.
Pihaknya seraya mengajak semeton semua untuk bersama-sama menjadikan momen ini sebagai moment kebersamaan untuk menghilangkan semua musuh pada diri. “Momen untuk instrospeksi atau mulat sarira, menata kembali sikap dan perilaku kita dalam menjaga keharmonisan dengan alam, dengan sesama dan dengan sang Pencipta, sehingga bisa memberikan vibrasi positif bagi kehidupan kita untuk selalu bersama mewujudkan keharmonisan, kedamaian dan jagaditha menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani,” kata Susila.
Menyambut antusias masyarakat dan apresiasi dari Pemkab Tabanan, Ketua Angel Heart Bali Linda Anugerah menyampaikan, mepandes adalah upacara penyucian diri yang sebenarnya merupakan tanggung jawab orang tua kepada putra-putrinya, dalam hal ini Yayasan tidaklah mengambil tanggung jawab orang tua tetapi sejatinya membantu menfasilitasi pelaksanaan upacara.

“Kami menyadari, bahwa pandemi yang telah terjadi selama betahun-tahun meruntuhkan banyak sendi-sendi perekonomian warga Bali termasuk sebagan besar warga Tabanan. Untuk itulah kami Yayasan Angel Heart Bali dengan dilandasi spirit Tat Twam Asi mengambil sedikit beban bapak ibu untuk melaksanakan upacara mepandes bersama, sesuai dengan tema upacara kali ini adalah Yayasan Angel Heart Bali hadir untuk melayani berbagi dan berbakti,” ucapnya.

Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait