Buleleng, LenteraEsai.id – Di pelosok timur Kabupaten Buleleng, Bali, tepatnya di Desa Les, Kecamatan Tejakula kini menyajikan kuliner dengan cita rasa klasik. Racikan bumbu sangat khas dengan rempah-rempah ala Bali kuno tanpa penyedap kekinian. Pajangan aneka ragam kerajinan tangan klasik sebagai aksesoris di dinding gedek warung itu, tampak tertata cukup rapi.
Dengan pengalaman internasional yang sudah lama malang-melintang di Amerika, Jro Mangku Yudi mengonsep dan meracik semua menu alamiah di tempat santap makanan dan minuman yang diberi nama Dapoer Bali Mula di belahan Desa Les tersebut.
Makanan yang tersedia mulai dari aneka ragam sate, urab, soup dan lain-lain, yang rata-rata sangat menggelitik minat pengunjung untuk mencicipi racikannya. “Paon, kayu bakar, ikan dan lain sebagainya ada di sekeliling kita. Kami hanya mengikuti alur anugerah Ibu Semesta Alam,” kata Chef Yudi, sebutan lain bagi Jro Mangku Yudi, mengawali perbincangan.
Keramahan pemilik dan pekerja warung sangat menyejukkan hati ketika pengunjung mengelilingi areal Dapoer Bali Mula. Semua makanan yang disajikan sangat fresh karena yang diolah adalah apa yang didapat pada hari itu. Otomatis setiap hari dalam seminggu akan berbeda jenis olahan yang dimasak.
Sejumlah warga masyarakat di sekitar warung tampaknya sangat tulus untuk ikut berpartisipasi, melibatkan diri bersama dalam berbagai giat di ruang dapur yang menggunakan kayu bakar tersebut. Menariknya, mengenai harga masakan untuk warga tidak dipatok, cukup dengan ‘mepunia’ saja.
Keunikan cita rasa kudapan, entertain Dapoer Bali Mula sangat menarik untuk dikunjungi dan dibangkitkan sebagai terobosan dalam pariwisata berbasis masyarakat. “Luar biasa, tiyang sangat kagum, ternyata Buleleng memiliki kuliner klasik yang pantas, patut disinggahi oleh para pelancong dunia,” kata Nyoman Arya Astawa, berkomentar.
Praktisi pawiwisata asal daerah Lovina Singaraja mengatakan hal itu saat mengunjungi Dapoer Bali Mula dalam rangkaian blusukan pada Kamis, 25 April 2024. Sebagai sesama praktisi pariwisata, keakraban mereka begitu ‘humble’ saling berbagi ide, saran dan komitmen bersama demi Buleleng maju, hebat dan sejahtera melalui pariwisata desa.
“Tiyang sudah singgah ke beberapa desa yang memiliki potensi pariwisata untuk diberdayakan ke depannya. Setiap desa itu sudah memiliki branding tapi belum tergarap maksimal. Kita akan gencarkan marketingnya,” ujar pria yang akrab dipanggil Mang Dauh, sembari menambahkan bahwa dirinya berkomitmen melanjutkan petualangannya ke desa-desa lain di wilayah Kabupaten Buleleng guna menggali potensi wisata yang masih tertidur lelap.
Chef Yudi yang juga terpanggil oleh titah alam untuk ngaturang ayah di Pura Dalem Kahyangan Desa Les, sepakat mengatakan bahwa melalui pariwisata berbasis masyarakat, cukup berhasil membangkitkan ekonomi kerakyatan.
“Mari kita saling melengkapi, bergotong royong bersama saling bahu-membahu membangkitkan pariwisata Bali bagian utara. Pariwisata sangat berpengaruh untuk kehidupan ekonomi masyarakat kita,” seloroh Chef Yudi sambil mempersilahkan tamunya untuk menikmati sajian makan siang.
Pewarta: Anom Wijaya
Redaktur: Laurensius Molan







