Lakukan Edukasi Interaktif, Danone Indonesia Inisiasi Program Generasi Sehat Indonesia

Duta GESID sedang belajar lingkungan di Bongkasa Pertiwi, desa wisata yang menghantarkan Aqua Mambal meraih Proper Emas (Foto: Dok Humas Aqua Mambal)

Denpasar, LenteraEsai.id – Faktor kesehatan di masyarakat seyogyanya mendapatkan perhatian tersendiri demi peningkatan kualitas hidup warga Indonesia menuju era Indonesia Emas.

Sehubungan dengan itu, dibentuklah GESID yang merupakan akronim dari Generasi Sehat Indonesia, yang juga merupakan program edukasi gizi dan kesehatan serta pembentukan karakter yang berpusat pada pemberdayaan remaja sebagai pendidik sebaya (peer to peer education) di sekolah.

Bacaan Lainnya

Program tersebut diinisasi oleh Danone Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dan BKKBN RI dengan menargetkan sasaran para remaja usia SMP dan SMA di lebih dari 10 provinsi, atau lebih dari 20 kabupaten dan kota di Indonesia.

Dalam GESID National Gathering pada November lalu, Duta GESID telah berkompetisi menyusun media edukasi interaktif dengan semangat menyatakan aksi sambut generasi emas gemilang. Saat ini dalam rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional, Duta GESID yang terpilih bersama guru pendampingnya mempresentasikan karya mereka untuk terus digunakan dalam program, sekaligus menambah wawasan tentang kesehatan dan lingkungan di beberapa titik edukasi di Bali.

Dalam 2 hari yaitu 31 Januari dan 1 Februari 2023 mereka menyinggahi Kintamani, Bongkasa Pertiwi hingga Pantai Biaung. Turut terlibat dalam kegiatan ini dari beberapa kelompok penggiat di antaranya AIESEC in Indonesia, LP Ma’arif NU, dan LPTP (Lembaga Pengembangan Teknologi Perdesaan), Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Dr Edi Setiawan SSi MSc MSE, dan juga Direktur Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo.

Seperti diketahui bersama Indonesia masih menghadapi beragam permasalahan kesehatan yang dapat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satunya ialah stunting, atau kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis. Kondisi ini tercipta karena sebab akibat yang saling berkaitan. Hal ini menjadi tantangan yang dihadapi oleh lintas generasi, selain edukasi kepada ibu dan anak dalam banyak program selama ini, kelompok usia remaja juga menjadi salah satu kelompok yang patut mendapat perhatian. Untuk itu, GESID mengambil peran dengan edukasi interaktif di kelompok usia ini.

Karyanto Wibowo mengatakan bahwa Danone Indonesia melalui PT Tirta Investama dan PT Sarihusada Generasi Mahardhika meluncurkan Danone Impact Journey yang memiliki 3 pilar, yaitu Kesehatan, Lingkungan dan Masyarakat. Ketiganya memiliki keterkaitan yang erat. ”Kami membawa 10 Duta GESID terpilih bersama pendampingnya untuk menambah pengalaman tentang 3 pilar tersebut di sini. Harapan kami ini bisa memicu semua pihak untuk bisa lebih kreatif memerangi masalah kesehatan mendasar saat ini yaitu anemia, stunting dan kurang minum,” kata Karyanto.

Sejak 2021 program GESID telah berhasil menguatkan pengetahuan tentang gizi ke 441 SMP dan SMA, menjaring 4.023 duta GESID, 600 volunteer mahasiswa, 60.000 pelajar, serta mampu menjangkau amplifikasi digital dan social media hingga lebih dari 3 juta.

“Hal tersebut dapat diraih atas kerja sama dan dukungan dari sekolah, para mitra, pemerintah, serta pemangku kebijakan lainnya. Di Bali kami bergerak melalui kawan-kawan di AQUA Mambal yang selain mendampingi Desa Bongkasa Pertiwi juga mendukung Glagalinggah yang kita kunjungi bersama,” ucap Karyanto.

Selama di Bali, Duta GESID bersama pendampingnya diajak mengunjungi Glagalinggah di lereng Kintamani sebagai daerah resapan untuk Hulu Sungai Badung. Mereka belajar perlunya alam dijaga dengan kolaborasi semua elemen yang ada, juga kuatnya kearifan lokal yang menjadi pengikatnya. Selanjutnya mereka juga terlibat dengan aktivitas membersihkan sampah di pantai, sekaligus memahami bagaimana sampah tersebut kemudian dikelola di RBU (Recycling Business Unit) sehingga terbentuk ekonomi sirkular.

Pada kesempatan yang sama Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Dr Edi Setiawan SSi MSc MSE menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat. “Duta GESID ini adalah muda-mudi aktif yang mengambil peran penting dalam edukasi kesehatan di masa mendatang. Memberikan mereka pengalaman dengan melihat dan terlibat langsung akan memperkuat dasar kemampuan mereka sebagai influencer bagi rekan sebayanya. Muatan kreatif yang disampaikan dalam bahasa mereka akan lebih mudah diterima,” ujar Edi Setiawan.

“Saya terkesan dengan kegiatan bermakna dalam 2 hari ini. Saya berharap Danone Indonesia juga bisa bersinergi dengan program Genre atau Generasi Berencana dari BKKBN ke depannya,” katanya, mengharapkan.

Sebagai bentuk kolaborasi bersama, Program GESID tetap mengacu kepada program Bina Ketahanan Remaja (BKR) dari BKKBN yang merupakan kegiatan yang dilakukan oleh keluarga (orang tua) khususnya untuk meningkatkan bimbingan/pembinaan tumbuh kembang remaja secara baik dan terarah dalam rangka pembangunan SDM yang bermutu, tangguh, maju dan mandiri.

Sementara itu, Eka Wirawan Hulu, Duta GESID dari Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), mengaku beruntung mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang lingkungan dan kesehatan dalam kegiatan ini. ”Seru sekali karena bisa belajar bareng kawan-kawan dari daerah lain. Apalagi di sini juga kuat dengan kearifan lokal,” ujar Eka dengan semangat.

Eka dan tim Duta GESID UNIMUS mengembangkan materi edukasi interaktif yang inovatif. Semua Duta GESID diberikan kesempatan untuk membuat media edukasi interaktif dari Buku Panduan GESID yang memudahkan audience dalam hal ini usia pelajar dan mahasiswa tentang pentingnya gizi guna menyebarkan informasi kesehatan remaja semenarik mungkin. Media yang mereka buat seperti ular tangga, monopoli, flashcards, dan permainan populer lain yang dimodifikasi.

Pesan-pesan tentang kesehatan, gizi, anemia, pernikahan usia anak, dan hidrasi, kemudian disisipkan dengan bahasa yang kekinian. “Siapapun yang asyik memainkan modul tersebut secara tidak langsung kita akan terpapar dengan pengetahuan tentang lingkungan dan kesehatan seperti gizi, cara mencegah anemia hingga pengetahuan tentang hidrasi yang baik,” ucapnya.

“Kolaborasi baik dari semua elemen ini yang akan mendukung upaya pemerintah melalui BKKBN guna memperkuat ketahanan remaja. Remaja saat ini adalah calon penggerak bangsa untuk sambut Indonesia Emas. Kita perlu cara-cara inovatif dan populer untuk memudahkan muatan berbasis keilmuan bisa diterima masyarakat luas. Kami harap Danone Indonesia bisa berkolaborasi dengan lebih banyak pihak untuk ini,” kata Karyanto.

Pada kesempatan yang sama Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Dr Edi Setiawan SSi MSc MSE menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat. ”Duta GESID ini adalah muda-mudi aktif yang mengambil peran penting dalam edukasi kesehatan di masa mendatang. Memberikan mereka pengalaman dengan melihat dan terlibat langsung akan memperkuat dasar kemampuan mereka sebagai influencer bagi rekan sebayanya. Muatan kreatif yang disampaikan dalam bahasa mereka akan lebih mudah diterima,” ujar Edi Setiawan.

”Saya terkesan dengan kegiatan bermakna dalam 2 hari ini. Saya berharap Danone indonesia juga bisa bersinergi dengan program Generasi Berencana (Genre) dari BKKBN dan PIK-R  yang ada di jalur sekolah dan masyarakat. Jumlah pendidik sebaya Genre kurang lebih 400 ribu orang yang tersebar di 92 persen desa di seluruh Indoneaia. Ini merupakan kekuatan besar remaja,” katanya.

Sebagai bentuk kolaborasi bersama, Program GESID tetap mengacu kepada program Bina Ketahanan Remaja (BKR) dari BKKBN yang merupakan kegiatan yang dilakukan oleh keluarga (orang tua) khususnya untuk meningkatkan bimbingan/pembinaan tumbuh kembang remaja secara baik dan terarah dalam rangka pembangunan SDM yang bermutu, tangguh, maju dan mandiri, ucapnya, menandaskan.

Pada kesempatan yang sama Direktur Bina Ketahanan Remaja, BKKBN, Dr Edi Setiawan SSi MSc MSE  menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat. “Duta GESID ini adalah muda-mudi aktif yang mengambil peran penting dalam edukasi kesehatan di masa mendatang. Memberikan mereka pengalaman dengan melihat dan terlibat langsung akan memperkuat dasar kemampuan mereka sebagai influencer bagi rekan sebayanya. Muatan kreatif yang disampaikan dalam bahasa mereka akan lebih mudah diterima,” ujar Edi Setiawan.

“Saya terkesan dengan kegiatan bermakna dalam dua hari ini. Saya berharap Danone Indonesia juga bisa bersinergi dengan program Generasi Berencana (Genre) dari BKKBN dan PIK-R  ygvada di jalur sekolah dqn masyarakat. Jumlah pendidik sebaya Genre kurang lebih 400 ribu orang yg tersebar di 92 persen desa di seluruh Indoneaia. Ini meruoqkan kekuatan besar remaja, tegasnya.

Sebagai bentuk kolaborasi bersama, Program GESID tetap mengacu kepada program Bina Ketahanan Remaja (BKR) dari BKKBN yang merupakan kegiatan yang dilakukan oleh keluarga (orang tua) khususnya untuk meningkatkan bimbingan/pembinaan tumbuh kembang remaja secara baik dan terarah dalam rangka pembangunan SDM yang bermutu, tangguh, maju dan mandiri.

Pewarta: Vivi Suryani
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait