Jimbaran, LenteraEsai.id – Kegiatan International Science and Invention Fair (ISIF) 2023 yang diselenggarakan atas kolaborasi Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dengan Universitas Udayana melalui Kantor Urusan International (KUI), resmi ditutup dalam suatu upacara di Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Badung pada Jumat (10/11/2023).
Kegiatan internasional tersebut telah berlangsung selama empat hari, di mana dirangkaikan juga dengan aktivitas Invention and Innovation Fair (IIF), National Research Teacher Competition (NRTC), dan International Research Teacher Competition (IRTC).
Koordinator KUI Universitas Udayana (Unud) Putu Ayu Asty Senja Pratiwi PhD dalam sambutannya mengatakan bahwa kompetisi ini penting untuk menumbuhkan ilmu, memperdalam pemahaman, membina pembelajaran, dan juga sebagai wadah refleksi.
“Menang atau kalah, keduanya merupakan peluang besar untuk mengajarkan kita melakukan tindakan dan reaksi yang tepat, serta memahami naik turunnya kehidupan. Ini memberi kita sebuah kesempatan dalam meluangkan waktu memikirkan cara untuk bergerak maju,” ucapnya, penuh semangat.
Sementara itu, Deni Irawan selaku President of IYSA menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia maupun luar negeri untuk terlibat dalam pameran ilmiah serta mengaktualisasikan bidang sains, teknologi, atau penggabungan keduanya dalam kompetisi global.
Tahun ini, ISIF diikuti oleh 685 tim yang terdiri atas 421 tim online dan 264 offline dari 28 negara. Sebanyak 10 negara di antaranya datang secara langsung ke Bali, yakni Kazakhstan, Uzbekistan, Hongkong, Malaysia, Iran, Meksiko, Rumania, Singapura dan Indonesia. Sedangkan sisanya mengikuti secara online.
“Dengan adanya event ini, harapannya dapat meningkatkan kreativitas pelajar dan mahasiswa di Indonesia dan dunia. Karena pembelajaran tidak hanya menekankan pada konsep, namun lebih ke aksi untuk menciptakan suatu karya yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Deni saat ditemui awak media massa di sela-sela kegiatan.
Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan







