Makau, LenteraEsai.id – Sebelum berangkat ke Makau, bayangan tentang kota itu nyaris selalu sama: gedung-gedung kasino yang menjulang, hotel mewah, dan gemerlap lampu yang seolah tak pernah padam hingga larut malam.
Namun, pandangan itu perlahan berubah setelah mengikuti perjalanan empat hari dalam trip AirAsia bersama Macao Government Tourism Office (MGTO). Perjalanan tersebut membuka sisi lain Makau yang belum banyak mendapat sorotan, terutama bagi wisatawan Muslim yang ingin menikmati liburan dengan lebih nyaman.
Di balik kemegahan resor terpadu yang menjadi ikon kota, ANTARA, sebagai bagian dari rombongan peserta trip, menemukan wajah Makau yang berbeda dari kesan yang selama ini melekat padanya.
Di sela gemerlap kawasan kasino, sejumlah restoran halal dan toko oleh-oleh dengan produk yang sesuai kebutuhan wisatawan Muslim hadir sebagai pilihan. Keberadaan tempat-tempat tersebut memperkaya pengalaman berwisata sekaligus menunjukkan bahwa Makau menawarkan lebih dari sekadar hiburan malam dan kemewahan.
Pengalaman selama empat hari tersebut membuktikan bahwa Makau tidak hanya bertumpu pada sektor hiburan malam. Wilayah administratif khusus ini terus berkembang menjadi destinasi inklusif yang makin ramah bagi wisatawan dari berbagai latar belakang budaya dan agama.
Keberadaan fasilitas halal kerap menjadi faktor krusial bagi pelancong Muslim dalam merencanakan perjalanan. Kekhawatiran tersebut terkikis seiring mudahnya menemukan restoran berkonsep ramah Muslim di kawasan-kawasan wisata utama.
MinM Plaza, buah tangan ramah Muslim
Penjelajahan di kawasan Reruntuhan St. Paul’s pada hari kedua menjadi salah satu agenda utama rombongan. Namun, pesona jejak sejarah di pusat kota tersebut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari penjelajahan ragam pengalaman menarik lainnya.
Reruntuhan St. Paul’s atau Ruins of St. Paul’s merupakan lanskap ikonik paling tersohor di Makau. Sisa-sisa fasad bangunan gereja abad ke-17 ini tak hanya menjadi destinasi wajib para pelancong, tetapi juga monumen bersejarah yang merekam titik temu kebudayaan Barat dan Timur.
Di sekitar situs bersejarah ini, terhampar jalan-jalan kecil bertabur toko suvenir, kedai kuliner, dan deretan bangunan beraksen kolonial yang ramah bagi para pejalan kaki.
Di tengah lalu lalang wisatawan yang memadati kawasan bersejarah Makau, rombongan kembali menemukan hal menarik tak jauh dari lokasi ikon wisata tersebut.
Tepat di Rua de São Domingos Nomor 1 yang berdampingan dengan St. Dominic’s Church dan dapat dijangkau hanya dengan beberapa menit berjalan kaki dari Senado Square, terdapat MinM Plaza.
Sekilas, fasad toko ini tak berbeda dengan pusat suvenir lainnya. Namun di area interior, pengelola menyediakan sudut khusus yang memudahkan wisatawan Muslim berbelanja.
Berbagai kudapan tersusun rapi di meja terpisah dengan penanda label “Halal” yang mencolok. Keberadaan penanda ini memudahkan pengunjung dalam mengidentifikasi produk yang aman dikonsumsi.
Deretan camilan populer khas Makau pun tersedia di sini, seperti egg rolls, almond cookies, hingga Lisbon blossom cookies yang menjadi buruan utama wisatawan sebagai oleh-oleh.
Keberadaan sudut khusus tersebut memberikan efisiensi dan kenyamanan bagi wisatawan Muslim dalam berbelanja, tanpa harus memeriksa seluruh deretan produk secara manual.
Meski demikian, pengunjung tetap diimbau untuk lebih teliti. Status halal hanya berlaku untuk produk-produk tertentu yang ditempatkan di area khusus tersebut, bukan untuk seluruh barang di toko.
Oleh karena itu, memeriksa daftar bahan, sertifikasi, serta label kemasan secara saksama sebelum bertransaksi tetap menjadi langkah antisipatif yang dianjurkan bagi wisatawan Muslim.
Lou Lan Restaurant, sajian halal dengan sentuhan Indonesia
Lou Lan Restaurant berlokasi di Rua de Cinco de Outubro No. 169, R/C A, Makau. Restoran ini berada di posisi strategis kawasan bersejarah kota, tak jauh dari destinasi utama seperti Senado Square dan Ruins of St. Paul’s.
Keberadaan restoran ini menjadi oase tersendiri di tengah pusat pariwisata Makau yang kental dengan industri hiburan dan perhotelan mewah. Bagi wisatawan Muslim, Lou Lan merupakan salah satu opsi utama untuk menikmati sajian halal yang aman dan nyaman usai menjelajahi pusat kota. Restoran ini didirikan dan dikelola oleh pasangan suami istri Muslim asal China.
Restoran ini menyajikan kekayaan kuliner khas wilayah barat laut Tiongkok, terutama masakan bergaya Uygur yang kaya rempah dan dipengaruhi tradisi Islam. Perpaduan cita rasa Tiongkok daratan dan sentuhan Timur Tengah menghasilkan hidangan yang kaya rasa serta beraroma khas.
Ragam menu yang ditawarkan cukup bervariasi, meliputi knife-cut beef noodles, dumpling, mi wonton ayam, olahan daging domba khas Xinjiang, hingga hidangan laut dan jus segar. Porsinya tergolong besar sehingga ideal untuk disantap bersama kelompok atau keluarga.
Suasana restoran terasa sederhana dan hangat layaknya rumah makan keluarga. Pelayanan yang ramah turut menambah kenyamanan wisatawan saat menikmati sajian.
Daya tarik khusus bagi pelancong asal Indonesia adalah kehadiran Wardah (52), karyawan asal Jatibening, Bekasi, yang telah bekerja di sana selama lebih dari 10 tahun.
Bagi Wardah, restoran yang telah beroperasi hampir dua dekade ini bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang silaturahmi lintas budaya melalui kuliner halal. Tak heran jika Lou Lan kini dikenal luas sebagai salah satu destinasi kuliner halal utama di Makau.
Kendati hidup merantau seorang diri dan menghuni rumah kos di Makau, Wardah tetap menghadirkan keramahan khas Nusantara dalam melayani setiap pengunjung.
Ia mengungkapkan, keakraban cita rasa menu Lou Lan membuat restoran ini selalu menjadi jujugan wisatawan Indonesia, terutama pada momen libur sekolah, Hari Raya Idulfitri, serta libur akhir tahun.
Dari sekian banyak pilihan, dumpling atau dimsum menjadi hidangan yang paling digemari pelancong Nusantara. Selain kesesuaian rasa, keberadaan fasilitas ruang salat yang tersedia sejak restoran pertama kali berdiri menjadi nilai tambah bagi kenyamanan beribadah para tamu.
Komitmen kehalalan menjadi pilar utama operasional Lou Lan. Restoran ini telah mengantongi sertifikat halal resmi dari The Incorporated Trustees of the Islamic Community Fund of Hong Kong, sehingga menjamin kehalalan bahan baku dan proses pengolahan makanan.
Mengingat keterbatasan pasokan produk halal di Makau, pengelola mengimpor seluruh kebutuhan bahan baku daging dari Turki, Brasil, dan Malaysia untuk memastikan standar kualitas dan kehalalan tetap terjaga secara konsisten.
Bagi Wardah, perjumpaan dengan wisatawan asal Indonesia selalu membawa kebahagiaan tersendiri. Di negeri orang, melayani sesama warga negara memberikan sensasi layaknya bertemu keluarga, menghadirkan kehangatan kampung halaman di tengah riuk kota Makau.
”Wah, senang sekali melayani tamu orang Indonesia. Saya merasa seperti bertemu saudara dan keluarga sendiri. Jadi ada feel-nya, sangat senang bisa bertemu orang-orang Indonesia di sini,” ungkap Wardah dengan mata berbinar.
EL&N London, ruang modern sajian halal di jantung Makau
Di tengah kemewahan kawasan Grand Lisboa Palace Resort, Makau, EL&N London hadir menawarkan konsep bersantap modern. Restoran ini memadukan ketersediaan hidangan halal dengan desain interior penuh warna yang mengusung konsep visual menarik.
Berbeda dari tempat makan bergaya klasik, kafe ini menghadirkan sudut-sudut estetis yang dirancang khusus. Suasana ini memberi kesempatan bagi wisatawan muda untuk menikmati santapan sekaligus memproduksi konten visual kreatif selama berada di Makau.
Berlokasi di Shop 215, Level 2, Grand Lisboa Palace Resort, West Entrance, Rua do Tiro, Cotai, tempat ini hadir sebagai opsi alternatif bagi wisatawan yang mencari pilihan kuliner halal di tengah suasana bersantap yang kasual.
Manager F&B EL&N London, Lok, menjelaskan bahwa seluruh menu yang disajikan telah mengusung konsep halal utuh, terverifikasi melalui sertifikasi dari The Incorporated Trustees of the Islamic Community Fund of Hong Kong.
Pilihan menunya mencakup sajian populer seperti burger, salad, dan spaghetti. Pengelola memanfaatkan kombinasi bahan baku lokal serta pasokan khusus yang diimpor dari London untuk menjaga keaslian rasa.
Pada hari ketiga perjalanan, tepatnya 14 Oktober, rombongan trip AirAsia berkesempatan mencicipi langsung aneka hidangan EL&N London, mulai dari Mediterranean Chicken Salad, Seafood Risotto, Chocolate Cheesecake, hingga minuman Ube Bubble Tea.
Keragaman menu tersebut membuat EL&N London ideal dikunjungi bersama kolega maupun keluarga. Restoran ini menyuguhkan ruang yang nyaman untuk berbincang sembari menikmati sajian halal dalam balutan konsep modern.
”Seluruh makanan di restoran ini disajikan secara halal,” tegaskan Lok saat ditemui di lokasi.
Selain sebagai destinasi kuliner, EL&N London difungsikan sebagai ruang relaksasi dan titik pertemuan bagi wisatawan yang membutuhkan jeda setelah mengeksplorasi berbagai daya tarik Makau.
Keberadaan restoran bersertifikasi halal ini tentu memberi kepastian dan kemudahan bagi wisatawan Muslim. Kendati demikian, pengunjung dianjurkan tetap mencermati informasi sertifikasi serta rincian menu sesuai kebutuhan masing-masing.
Terletak di kawasan resor terpadu, agenda kuliner di EL&N London dapat dipadukan dengan aktivitas pendukung lain seperti berbelanja atau mengitari fasilitas resor, menjadikan pengalaman wisata di Makau semakin lengkap.
Pelipur Muslim di Makau
Di tengah perjalanan mengeksplorasi Makau, Supriatin bersama rekan-rekannya merasa lega setelah menemukan restoran halal yang menawarkan pengalaman berkesan bagi wisatawan Muslim.
Sebagai wisatawan asal Indonesia, Tin—sapaan akrabnya—mengakui sempat menghadapi tantangan dalam mencari tempat makan berlisensi halal selama beberapa hari tinggal di kota tersebut.
Pencarian tersebut akhirnya menuntun Tin menemukan Lou Lan Restaurant, sebuah destinasi kuliner halal unik yang kian terasa spesial karena memiliki pekerja asal Indonesia.
Kehadiran pekerja asal Nusantara ini menghadirkan suasana akrab dan familiar, menciptakan ruang kecil yang menghubungkan pengalaman berwisata di Makau dengan kehangatan Tanah Air.
Tin mengaku sangat antusias karena pencariannya akan kuliner yang aman dan halal di Makau akhirnya membuahkan hasil. Bersama empat rekan sesama wisatawan Indonesia, ia memesan sejumlah menu andalan, termasuk sajian telur dadar dan olahan daging domba.
Bagi Tin, pengalaman menemukan restoran halal di tengah lanskap kota hiburan ini menjadi catatan perjalanan yang berharga, khususnya dalam konteks kenyamanan berwisata bagi umat Muslim.
Keberadaan restoran halal semacam ini tak sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga bertindak sebagai titik pertautan budaya yang memberikan rasa akrab bagi para pejalan.
Di sisi lain, Annisa Ayu Artanti, wisatawan Indonesia lainnya, mengapresiasi kehadiran EL&N London. Menurutnya, restoran tersebut menawarkan sensasi kuliner modern dengan konsep interior artistik yang memikat untuk diabadikan dalam media sosial.
Bagi Ayu, sapaan akrabnya, restoran ini bukan sekadar destinasi kuliner, melainkan juga ruang kreatif untuk mengabadikan momen perjalanan melalui sajian foto dan konten visual.
Mengantongi jaminan sertifikat halal, EL&N London menawarkan fleksibilitas pilihan menu bagi wisatawan Muslim, mulai dari makanan utama hingga hidangan penutup.
Pada kesempatan berkunjung tersebut, Ayu memanjakan lidah dengan sejumlah sajian khas, antara lain Mediterranean Chicken Salad, Seafood Risotto, Chocolate Cheesecake, dan minuman Ube Bubble Tea.
Bagi Ayu, kombinasi antara kualitas rasa, atmosfer restoran yang estetis, serta jaminan kehalalan menjadikan EL&N London sebagai salah satu alternatif destinasi yang menarik bagi pelancong Muslim di Makau.
Langkah Makau ramah Muslim
Makau secara bertahap memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang ramah bagi pelancong Muslim melalui penyediaan fasilitas, keterbukaan informasi, serta pemahaman kebutuhan wisatawan dari berbagai negara.
Public Relations Executive Macao Government Tourism Office (MGTO), Jenny Kuo, menyatakan bahwa wilayah Daerah Administratif Khusus (DAK) Republik Rakyat Tiongkok tersebut aktif mengimbau para mitra pariwisata untuk menciptakan ekosistem perjalanan yang ramah dan nyaman bagi wisatawan Muslim.
Upaya strategis ini diwujudkan melalui promosi restoran berkonsep ramah Muslim serta pembinaan mitra industri pariwisata agar semakin sensitif terhadap kebutuhan pelancong dari berbagai latar belakang budaya.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas, mencakup pelatihan bagi para staf mengenai budaya Islam serta kebiasaan wisatawan Muslim selama berwisata.
Inisiatif tersebut ditujukan untuk membangun standar pelayanan yang inklusif, sehingga wisatawan Muslim dapat menikmati perjalanan di Makau dengan lebih aman dan nyaman.
Guna menyiasati keterbatasan jumlah tempat ibadah, MGTO menyediakan platform informasi terpadu melalui situs resmi pariwisata. Portal ini memuat direktori lokasi ramah Muslim serta rekomendasi restoran halal yang diperbarui secara berkala.
Melalui kesiapan infrastruktur dan informasi tersebut, Makau menegaskan kesiapannya untuk menyambut wisatawan Muslim yang ingin mengenal lebih jauh sejarah dan daya tarik kotanya.
Selain opsi kuliner halal, wisatawan Muslim yang berkunjung ke Makau juga dapat beribadah di Masjid Makau—satu-satunya masjid di wilayah tersebut yang berlokasi di 4 Ramal dos Moros, Ramal dos Moros, Nossa Senhora de Fátima.
Keberadaan masjid ini memberikan kepastian dan kenyamanan bagi wisatawan Muslim untuk tetap menjalankan ibadah secara khusyuk di tengah agenda eksplorasi berbagai destinasi wisata di Makau.
Jembatan udara menuju Makau
Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Makau, konektivitas penerbangan menjadi faktor kunci dalam membuka akses bagi wisatawan regional untuk mengeksplorasi destinasi yang kaya akan perpaduan budaya, kuliner, dan hiburan ini.
Melalui agenda media trip bersama Macao Government Tourism Office (MGTO), maskapai AirAsia mengajak awak media asal Indonesia dan Malaysia untuk memotret langsung pengalaman perjalanan sekaligus memperkenalkan sudut-sudut lain Makau yang menarik dikunjungi.
Corporate Communication AirAsia Ahmad Hafiy Bin Ahmad Fezul menyatakan bahwa program ini bertujuan mempromosikan Makau sebagai destinasi liburan unggulan bagi wisatawan regional, khususnya segmen pelancong Muslim.
Menurut Hafiy, Makau menawarkan paket pariwisata yang lengkap, meliputi perpaduan warisan budaya, ragam kuliner, serta hiburan modern yang sesuai untuk berbagai kalangan.
Melalui konektivitas via Kuala Lumpur, AirAsia mempertegas posisinya sebagai jembatan penerbangan yang memudahkan aksesibilitas bagi wisatawan dari Indonesia maupun Malaysia.
Rute Kuala Lumpur–Makau menjadi koridor utama dengan jadwal sembilan kali penerbangan per minggu per Oktober 2026, dan direncanakan akan ditambah guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode libur mendatang.
Bagi masyarakat Indonesia, opsi penerbangan rute Jakarta–Kuala Lumpur yang dilanjutkan menuju Makau menjadi pilihan perjalanan yang efisien dan nyaman untuk menjangkau wilayah tersebut.
AirAsia optimistis terhadap potensi pertumbuhan wisatawan Indonesia ke Makau melalui strategi konektivitas penerbangan, kampanye promosi bersama MGTO, serta publikasi pengalaman media secara langsung.
Maskapai tersebut berharap perluasan jaringan penerbangan yang ada dapat menjadikan Makau semakin mudah dijangkau oleh wisatawan asal Indonesia sebagai opsi destinasi liburan yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan kuliner.
Perjalanan ini menegaskan bahwa Makau bukan lagi sekadar pusat hiburan dan kemewahan resor. Lebih dari itu, kota ini terus bertransformasi menjadi destinasi yang makin ramah Muslim melalui penyediaan opsi kuliner halal, transparansi informasi, serta jaminan kenyamanan bagi para pelancong. (LE)
Source: ANTARA








