Polri Gunakan Data Satelit untuk Percepat Penanganan Karhutla

Polri gunakan data satelit untuk percepat penanganan karhutla
Kabag Pulahjianta Polri Kombes Pol. Erwin Sinaga dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis (1/10/2026).(ANTARA/Devi Nindy)

Jakarta, LenteraEsai.id – Polri menggunakan data satelit dan pemantauan melalui Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi titik api hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama Operasi Aman Nusa II periode Juli-September 2026.

Kabag Pulahjianta Polri Kombes Pol. Erwin Sinaga mengatakan data satelit yang masuk ke dashboard menjadi dasar bagi personel untuk melakukan pengecekan langsung melalui patroli darat dan udara.

Bacaan Lainnya

“Mekanisme penanganan kami dimulai dari pengiriman data satelit ke dashboard dan Crisis Monitoring Center. Kemudian, personel diperintahkan melakukan pengecekan melalui patroli darat dan udara,” kata Erwin dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, apabila hasil pengecekan menemukan api, personel langsung melakukan pemadaman dan perkembangan penanganannya dilaporkan setiap hari melalui aplikasi DORS (Daily Operating Reporting System).

“Jika ditemukan api, dilakukan pemadaman dan dilaporkan harian melalui aplikasi DORS (Daily Operating Reporting System),” ujarnya.

Erwin mengatakan pola tersebut menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat deteksi dini dan respons terhadap karhutla, yang dilakukan melalui pembentukan satuan tugas dan patroli secara rutin di wilayah rawan.

“Upaya kami meliputi pembentukan satgas, peningkatan deteksi dini, patroli rutin, hingga penegakan hukum (gakkum) secara tegas dan keras tanpa kompromi terhadap siapa pun,” kata dia.

Untuk mendukung operasi tersebut, Polri mengerahkan personel di sejumlah wilayah prioritas. Polda Riau dan jajaran melibatkan 4.764 personel, Polda Jambi 873 personel, serta Polda Sumatera Selatan 1.000 personel.

Sementara itu, Polda Kalimantan Barat melibatkan 1.611 personel dalam tiga tahap dan mendapat tambahan 300 personel BKO dari Brimob. Polda Kalimantan Timur mengerahkan 1.821 personel, Polda Kalimantan Tengah 3.343 personel, dan Polda Kalimantan Selatan 778 personel.

Selain personel operasional di daerah, Polri mengirimkan 403 personel dari Lemdiklat Polri yang terdiri atas Sespimti, Sespimmen, dan Setukpa ke berbagai polda selama 25 hari untuk mendukung edukasi masyarakat.

Polri juga telah mendistribusikan alat material khusus (Almatsus) ke seluruh polda prioritas untuk mendukung kesiapan penanganan karhutla.

Erwin menegaskan rangkaian penanganan tersebut tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga pencegahan melalui deteksi dini, patroli dan edukasi serta penegakan hukum terhadap pelanggaran terkait karhutla. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait