Jakarta, LenteraEsai.id — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meresmikan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur sebagai langkah mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis di Indonesia, khususnya kawasan timur.
Peluncuran program dilakukan serentak dan menjadi tonggak penting bagi Universitas Nusa Cendana, Universitas Udayana, dan Universitas Mataram dalam memperkuat layanan kesehatan spesialis di wilayah masing-masing.
Sekretaris Jenderal kementerian, Togar Mangihut Simatupang, menyampaikan bahwa pemerintah telah membuka total 160 program studi baru yang mencakup 128 program dokter spesialis dan 32 program subspesialis. Dengan penambahan tersebut, jumlah program PPDS secara nasional meningkat menjadi 526 program dari sebelumnya 366 program.
Menurut Togar, pembukaan program ini merupakan upaya strategis untuk mengatasi kekurangan serta ketimpangan distribusi dokter spesialis dan subspesialis, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Pemerintah juga mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan rumah sakit milik pemerintah guna mendukung keberhasilan program.
Apresiasi disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang menilai kehadiran PPDS dan subspesialis di kawasan Bali–Nusa Tenggara sangat penting bagi daerah dengan kondisi geografis menantang. Ia menyoroti kebutuhan mendesak terhadap dokter spesialis anestesiologi serta obstetri dan ginekologi untuk meningkatkan layanan operasi dan menekan angka kematian ibu dan anak.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Emanuel, siap memberikan dukungan pembiayaan sekaligus mendorong lulusan program untuk kembali mengabdi di daerah guna memastikan keberlanjutan layanan kesehatan spesialis bagi masyarakat. (LE)







