Denpasar-Badung Siap Sediakan Lahan serta Pasokan Sampah untuk PSEL

Denpasar-Badung Siap Sediakan Lahan serta Pasokan Sampah untuk PSEL
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara sampaikan hasil rapat persiapan PSEL antara Pemprov Bali, Pemkot Denpasar, dan Pemkab Badung.

Denpasar, LenteraEsai.id – Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung menyatakan kesiapan mendukung proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dengan menyiapkan lahan serta memastikan pasokan sampah harian agar proyek dapat beroperasi optimal.

Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan Denpasar telah menyiapkan lahan milik pemerintah kota yang bekerja sama dengan PT Pelindo di kawasan Denpasar Selatan untuk pembangunan fasilitas PSEL. Lahan seluas sekitar tujuh hektare tersebut sebelumnya direncanakan untuk pengembangan pusat UMKM dan hotel, namun dialihkan karena penanganan sampah dinilai lebih mendesak.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan lokasi pembangunan tidak berada di kawasan mangrove. Pemerintah Kabupaten Badung akan mendukung melalui penganggaran pematangan lahan agar siap digunakan saat rencana peletakan batu pertama pada Maret mendatang.

Menurut Jaya Negara, fasilitas PSEL membutuhkan pasokan sampah sekitar 1.200 hingga 1.500 ton per hari. Denpasar hanya mampu menyediakan sekitar 800 ton per hari, sehingga kekurangan pasokan akan dipenuhi dari Kabupaten Badung sebanyak 500 ton per hari.

Ia menambahkan, keberhasilan operasional PSEL bergantung pada komitmen kedua daerah dalam menjaga kesinambungan pasokan sampah. Tanpa kerja sama tersebut, proyek dinilai sulit berjalan sesuai ketentuan teknis.

Meski proyek PSEL tengah dipersiapkan, Pemkot Denpasar tetap mendorong pengelolaan sampah dari hulu dengan memperbanyak TPS3R, menambah komposter dan teba vertikal, serta mengoptimalkan mesin pengolahan di TPST yang telah ada.

Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan komitmen daerahnya dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Menyusul rencana pembatasan operasional TPA Suwung, Pemkab Badung mendorong masyarakat dan aparatur desa untuk segera mengimplementasikan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga dan desa, termasuk melalui pembangunan teba modern dan distribusi komposter. (LE)

Pos terkait