Warga Kenang Anime Ikonik ‘Doraemon’ yang Tak Lagi Tayang di TV

Warga kenang anime ikonik ‘Doraemon’ yang tak lagi tayang di tv
Salah satu adegan dalam animasi "Doraemon the Movie: Nobita's Sky Utopia" (ANTARA/Twitter/@doraemonChannel)

Jakarta, 06/1 (ANTARA) – Anime legendaris “Doraemon” diketahui tak lagi tayang di layar kaca pada awal 2026 dan menandai 35 tahun telah hadir menemani akhir pekan para penonton.

Sejumlah warganet pun mengenang anime ikonik yang menghadirkan petualangan menyenangkan Nobita, Sizuka, Giant dan Suneo bersama sang robot kucing berwarna putih biru ini.

Bacaan Lainnya

Seperti halnya Galuh, ia mengenang anime ini menjadi tontonan yang dinantikan setiap hari minggu pagi.

“Ingin cepat-cepat hari minggu biar bisa nonton ‘Doraemon’. Sampai senang banget kalau tidak jadi ke gereja pagi, karena bisa nonton ‘Doraemon,” kenangnya saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa.

Dia menilai bahwa Doraemon yang tak lagi tayang di televisi bisa jadi karena adanya pergeseran zaman yang tak lagi menonton televisi melainkan penggunaan platform digital lainnya.

Berhentinya penayangan anime Doraemon ini menurutnya bukan persoalan berarti, bila serial maupun film ini masih dapat dinikmati melalui platform digital.

Senada, Satrio mengingat anime ini mengingatkannya pada sosok Nobita yang selalu meminta secara instan pada Doraemon.

Serial yang tayang setiap Minggu pagi ini begitu berkesan buatnya, terlebih kala Nobita mendapatkan bantuan Doraemon namun berujung kemalangan.

Dia berharap Doraemon dapat tayang melalui platform digital sehingga lebih relate dengan generasi muda masa kini.

Memori lain pun terpatri di benak Angel, ia mengingat betul bagaimana baling-baling bambu menjadi alat canggih yang kerap digunakan Nobita CS untuk berpetualang.

“Baling-baling bambu mengingatkan kau akan indahnya hari Minggu pagi sebelum pergi ke gereja harus nonton dulu,” katanya.

Dia berharap meski tak bisa tayang di televisi swasta, anime ini setidaknya bisa tayang di stasiun televisi milik negara untuk menjadi akhir pekan serta menemani akhir pekan anak-anak Indonesia.

 

Pewarta : Sinta Ambarwati
Editor : Indriani

Pos terkait