Dewan Pers Gandeng YouTube Gelar Pelatihan Konten Kreatif

Dewan Pers Gandeng YouTube Gelar Pelatihan Strategi Konten Kreatif bagi Perusahaan Pers
Oplus_131072

Denpasar, LenteraEsai.id – Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers bekerja sama dengan YouTube menyelenggarakan “Pelatihan Produksi dan Strategi Konten Kreatif Perusahaan Pers pada Platform YouTube” secara hybrid di Gedung Pers Bali K Nadha dan melalui Zoom Meeting, Selasa (9/12). Pelatihan ini diikuti puluhan perusahaan pers dari berbagai wilayah secara luring maupun daring.

Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini sangat mempengaruhi cara penyebaran informasi. Ia menyebut tiga faktor utama, yakni internet, Artificial Intelligence (AI), dan Agentic AI.

Bacaan Lainnya

Menurut Dahlan, pengaruh AI sangat besar terhadap industri pers. Karena itu, perusahaan media perlu meningkatkan keterampilan agar mampu meningkatkan produktivitas serta menciptakan produk baru yang relevan di era digital.

Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, menambahkan bahwa media kini menghadapi krisis tiga jendela. Pertama, jendela pendapatan yang menyempit akibat turunnya iklan nasional yang tergeser dominasi platform global. Kedua, jendela audiens yang bergeser dari portal berita ke media sosial dan konten video. Ketiga, jendela waktu yang semakin menekan karena kecepatan arus informasi dan menurunnya attention span masyarakat.

Rosarita menekankan pentingnya inovasi kreatif untuk menjawab krisis tersebut. Ia mendorong perusahaan pers mengubah paradigma dari sekadar portal berita menjadi content hub yang berperan layaknya studio konten multi-platform. Dengan demikian, aset informasi dapat disajikan dalam berbagai format seperti video, audio, infografis, hingga teks interaktif.

Selain perubahan format, ia menyebut perlunya pergeseran pola pikir menjadi audience first. Media dituntut menghadirkan informasi yang bermakna dan dekat dengan audiens, namun tetap menjaga etika dan prinsip-prinsip jurnalistik.

Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas perusahaan pers dalam menghadapi tantangan transformasi media di era digital serta meningkatkan kualitas konten yang disajikan melalui platform YouTube. (LE-VJ)

Pos terkait