Bangli, LenteraEsai.id – Di Desa Siakin, sebuah desa pedalaman di Kecamatan Kintamani, Bangli, seorang remaja perempuan berusia 15 tahun kini tengah berjuang melawan penyakit autoimun lupus yang telah mengubah seluruh jalan hidupnya. Namanya Kadek Bunga Berliana, anak perempuan yang sejak tiga tahun terakhir harus meninggalkan bangku sekolah karena kondisi kesehatannya yang terus menurun.
Bunga pertama kali divonis menderita autoimun SLE (Systemic Lupus Erythematosus) ketika duduk di bangku kelas 6 SD. Sejak itu, hari-harinya dipenuhi rasa sakit, pengobatan rutin, dan perjalanan jauh menuju Denpasar untuk perawatan intensif di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngurah (RS Sanglah).
Bukan sekali dua kali Bunga drop secara mendadak. Dalam kondisi seperti itu, orang tuanya harus segera membawanya ke rumah sakit, menempuh perjalanan puluhan kilometer dari Siakin menuju Denpasar. Rutinitas kontrol yang dilakukan setiap 12–14 hari ini membuat keluarga semakin terhimpit. Meski pengobatan telah ditanggung melalui JKN-KIS, biaya transportasi dan kebutuhan selama perjalanan menjadi beban berat yang tak lagi mampu ditanggung.
Sang ayah Made Kumpul, kini kesulitan bekerja maksimal karena sebagian besar waktunya habis untuk mengantar Bunga berobat. Kondisi ekonomi keluarga pun makin terpuruk.
Di sisi lain, Desa Siakin dan Sukawana belum memiliki ambulans desa maupun kendaraan darurat, sehingga warga yang sakit harus menggunakan transportasi pribadi atau meminta bantuan warga lain yang mampu. Untuk keluarga seperti Bunga, biaya PP Siakin–Denpasar bukan angka yang kecil.
Situasi ini membuat keluarga sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan—baik untuk biaya transportasi berobat, sembako, maupun advokasi agar desa memiliki ambulans yang dapat membantu warga dalam kondisi darurat.
Kebutuhan mendesak keluarga Bunga meliputi:
– Advokasi Pengadaan Ambulans atau Transportasi Desa
– Biaya transportasi dan bekal setiap kali kontrol ke RS Sanglah
– Sembako untuk kebutuhan harian
Di tengah kondisi yang serba sulit, keluarga tetap berharap ada jalan. Mereka percaya, masih banyak hati baik yang ingin membantu meringankan beban sesama.
Bagi masyarakat yang ingin membantu, dapat menghubungi tim relawan: (1) Made “Dede As” Astawa – 081359385655 dan (2) I Made Somya Putra – 081805585011. (LE-Vivi)







