Perkuat Sinergi dengan Media, DPRD Karangasem Studi Banding ke Diskominfo Tabanan

DPRD Karangasem
DPRD Karangasem melakukan studi banding ke Diskominfo Tabanan di Jalan Arjuna, Tabanan, Senin (2/11/2025) - (Foto: Dok LenteraEsai)

Tabanan, LenteraEsai.id – DPRD Kabupaten Karangasem melaksanakan studi banding terkait peliputan dan penyebarluasan informasi ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabanan, Senin (2/11/2025). Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Diskominfo Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, di kantor yang beralamat di Jalan Arjuna, Tabanan.

Winiantara yang akrab disapa Anom menjelaskan bahwa Diskominfo Tabanan telah beroperasi sejak 2017 dan membawahi empat bidang, yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik, Keamanan Informasi, serta Statistik. Ia menegaskan bahwa selama ini Diskominfo menjalin hubungan harmonis dengan insan pers, khususnya Asosiasi Pewarta di Tabanan.

Bacaan Lainnya

“Harapan kami, apa yang telah dilakukan pemerintah dapat dilihat, didengar, dan diketahui masyarakat melalui media,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik, Nyoman Arta Sukma Witra, menambahkan bahwa dinamika pemberitaan saat ini sangat cepat, dan sesekali diwarnai dengan berkembangnya informasi liar di media sosial. Karena itu, Diskominfo rutin menggandeng media untuk menyampaikan klarifikasi berbasis data.

Terkait anggaran, Arta Sukma menyebutkan bahwa pada 2026 terjadi penyesuaian karena pagu anggaran menurun. Namun, komitmen untuk tetap menjalin kerja sama dengan media tetap dipertahankan. “Kami tetap memprioritaskan media karena sudah terbangun komunikasi yang baik. Semoga di tahun berikutnya anggaran bisa kembali meningkat,” katanya.

Sementara itu, pimpinan rombongan, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Sekretariat DPRD Karangasem I Kadek Juni Arsana SH MAP, menyampaikan bahwa studi banding ini diikuti 25 peserta, terdiri dari unsur DPRD dan 17 media online maupun cetak yang menjadi mitra resmi lembaga tersebut. Kegiatan serupa digelar dua kali dalam setahun sebagai bentuk apresiasi dan evaluasi hubungan kerja dengan media.

“Studi banding ini menjadi ruang diskusi dan refleksi. Jika ada kekurangan dalam koordinasi dengan media, kegiatan seperti ini bisa menjadi momentum perbaikan,” ujar Kadek Jun. (LE-Vivi)

Pos terkait