Dies Natalis ke-23, ITB STIKOM Bali Mantapkan Langkah Menuju Status Universitas

Rektor ITB STIKOM Bali, Dr Dadang Hermawan (kanan) dan Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof I Made Bandem - (Foto: Dok LenteraEsai)

Denpasar, LenteraEsai.id – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali menandai puncak perayaan Dies Natalis ke-23 dengan tekad besar: memantapkan langkah menuju perubahan status menjadi Universitas STIKOM Bali (USB). Perubahan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam perjalanan lembaga pendidikan tinggi yang sejak berdirinya terus berinovasi dan memperluas peran di tingkat nasional maupun internasional.

Perayaan yang berlangsung di kampus setempat ini dihadiri ribuan civitas akademika, alumni, pengurus yayasan, mitra kerja sama, serta mahasiswa. Suasana penuh semangat kebersamaan mewarnai puncak acara, yang sekaligus menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang sejak berdirinya kampus pada 2002.

Bacaan Lainnya

Dari 40 Mahasiswa Menjadi Ribuan Setiap Tahun

Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, dalam sambutannya mengenang awal mula kampus yang pada 2002 hanya memiliki dua program studi dengan jumlah mahasiswa baru 40 orang. Kini, dua dekade lebih berlalu, ITB STIKOM Bali telah berkembang pesat menjadi enam program studi dengan penerimaan mahasiswa baru mencapai 1.000–1.500 orang per tahun.

“Tahun 2019, atas arahan dan bimbingan Pembina Yayasan serta seluruh organ yayasan, kami mengubah bentuk dari STMIK STIKOM Bali menjadi Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali. Kini, dengan doa dan dukungan semua pihak, kami mendorong peningkatan status menjadi Universitas STIKOM Bali. Perubahan ini diharapkan segera terwujud setelah proses asesmen dan evaluasi dari pihak terkait,” ujarnya.

Menurut Dadang, status universitas akan membuka peluang bagi lahirnya lebih banyak program studi yang relevan dengan perkembangan teknologi masa depan, termasuk program lintas disiplin. Selain itu, status baru akan memperkuat kerja sama internasional yang sudah mulai terbangun, baik dalam bentuk kelas internasional, seminar, pertukaran mahasiswa dan dosen, maupun kolaborasi riset dengan mitra luar negeri.

“Kami ingin kampus ini menjadi tempat pertemuan generasi muda dari berbagai belahan dunia, dari Afrika, Eropa, Amerika, hingga Asia, membentuk akulturasi yang memperkaya wawasan mahasiswa,” tambahnya.

Tema ‘Inspiring Future Together’ dan Deretan Kegiatan

Mengusung tema ’23 Tahun Inspiring Future Together’, rangkaian perayaan Dies Natalis kali ini telah berlangsung selama dua pekan. Kegiatan dimulai dari seminar dan pelatihan gratis Artificial Intelligence (AI), pameran karya mahasiswa, lomba akademik dan non-akademik, hingga gerak jalan santai yang diikuti sekitar 3.000 peserta.

Tak hanya merayakan, ITB STIKOM Bali juga memanfaatkan momen ini untuk menegaskan komitmen memperluas akses pendidikan. Melalui program beasiswa, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, inisiatif “Satu Keluarga Satu Sarjana” dari Pemprov Bali, hingga skema kuliah sambil magang di dalam dan luar negeri, kampus ini berupaya memastikan kesempatan belajar terbuka lebar bagi semua lapisan masyarakat.

Sementara itu, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. I Made Bandem, mengajak hadirin menengok kembali sejarah berdirinya yayasan pada 14 Mei 2001. Kala itu, langkah mendirikan perguruan tinggi IT di Bali dianggap berisiko dan belum banyak diyakini keberhasilannya.

“Waktu itu banyak yang ragu, tapi kami yakin Bali membutuhkan perguruan tinggi IT yang memberikan gelar akademik. Kini, setelah 23 tahun, ITB STIKOM Bali sudah berada di jalur yang tepat menuju perguruan tinggi unggulan,” tuturnya.

Puncak perayaan diakhiri dengan semangat optimisme seluruh pihak, bahwa transformasi menjadi universitas akan memperkuat posisi ITB STIKOM Bali sebagai institusi pendidikan tinggi berstandar nasional dan internasional. Harapannya, perubahan status ini bukan hanya simbol, tetapi menjadi pintu pembuka menuju masa depan pendidikan unggul, relevan, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“ITB STIKOM Bali akan terus menjadi kebanggaan masyarakat Bali dan Indonesia,” tegas Dadang Hermawan. (LE-Vivi)

 

Pos terkait