Angka Harapan Hidup Meningkat, BPJS Kesehatan Kembangkan Skema Perawatan Jangka Panjang

Kegiatan Pre-Congress International Health Economics Association (IHEA) World Congress on Health Economic di Bali, Minggu (20/7/2025) - (Foto: Dok Humas BPJS Kesehatan)

Nusa Dua, LenteraEsai.id — BPJS Kesehatan tengah mengembangkan skema layanan long term care (LTC) atau perawatan jangka panjang sebagai upaya menghadapi lonjakan jumlah lansia di Indonesia. Hal ini disampaikan Direktur Kepatuhan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Mundiharno, dalam forum Pre-Congress International Health Economics Association (IHEA) di Bali, Minggu (20/7).

Mengutip data BPS, ia menyebut populasi lansia diprediksi meningkat menjadi 65,82 juta jiwa pada 2045, atau sekitar 20,31 persen dari total penduduk. “Ini menjadi tantangan besar. Kita harus merancang sistem perlindungan jangka panjang yang berkelanjutan dan berkualitas,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Mundiharno juga mengungkapkan bahwa 31 persen dari total biaya layanan kesehatan saat ini digunakan untuk membiayai delapan penyakit katastropik seperti jantung, stroke, kanker, dan gagal ginjal. Sejak 2014, total pembiayaan untuk penyakit-penyakit tersebut mencapai lebih dari Rp235 triliun.

Saat ini, lebih dari 280 juta penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN, dan sekitar 14 persen di antaranya merupakan lansia. Kondisi ini memperkuat urgensi pengembangan layanan LTC.

BPJS Kesehatan merancang tiga tahapan strategis: merumuskan model layanan LTC yang sesuai kebutuhan, melakukan uji coba implementasi terbatas, serta mengintegrasikan sistem ke dalam regulasi seperti UU SJSN, UU BPJS, hingga UU Kesejahteraan Sosial.

Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati, menekankan pentingnya penguatan layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) guna menekan beban layanan rujukan.

“FKTP menjadi garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif. Inovasi digital seperti Mobile JKN dan Prolanis akan memperkuat sistem ini,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan mendapat dukungan lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan Program JKN sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di masa depan. (LE-Vivi)

Pos terkait