Loncat ke konten
Menu Mobile
Lenteraesai.id
  • Home
  • Headlines
    • News
    • Internasional
  • Nasional
  • Seni & Budaya
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Advertorial
  • Menyapa Nusantara
  • Daerah
    • Buleleng
    • Bangli
    • Denpasar
    • Gianyar
    • Jembrana
    • Karangasem
    • Klungkung
    • Tabanan
Moving News
ASEAN Perkuat Perlindungan Hak Cipta Jurnalistik di Era AI Peringati Tumpek Wayang, Bupati Adi Arnawa Optimis Badung Capai 100 Persen Pemilahan Sampah Desember 2026 Polisi Amankan Porter Bandara Ngurah Rai Diduga Curi Uang Penumpang Perkuat Jiwa Kepemimpinan, Paskibraka Badung Kunjungi IPDN dan BPIP RI Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Bunda Literasi Digital Beri Motivasi Petugas BCC
Beranda Headlines Infografis Angka Kemiskinan Turun Tiga Tahun Beruntun
judul gambar

Infografis Angka Kemiskinan Turun Tiga Tahun Beruntun

Gambar Gravatar
lentera3
4 Juli 20246 Juli 20242,063 views
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Indonesia pada Maret 2024 sebanyak 25,22 juta orang dan meneruskan tren penurunan selama tiga tahun beruntun.
#AngkaKemiskinan#Antara#Infografis#LenteraEsai.id
Sebarkan

Navigasi pos

Pos sebelumnya SMPN 4 Singaraja Jadi Percontohan Sekolah Anti Korupsi se-Indonesia
Pos berikutnya Menyiapkan SDM Andal Penopang Pembangunan IKN

Pos terkait

  • Denpasar, 10/10 (ANTARA) - Film dokumenter "Celukan Bawang" mengangkat kehidupan masyarakat pesisir di Bali Utara yang berada di tengah pembangunan infrastruktur energi. Disutradarai Rai Astrawan, film berdurasi 25 menit ini menyoroti hubungan warga dengan laut, perubahan sosial-ekologis, serta posisi Celukan Bawang dalam pemenuhan kebutuhan energi Bali. Ditemui dalam peluncuran dan diskusi film tersebut di Denpasar, Sabtu, Rai mengatakan film tersebut berangkat dari kegelisahannya terhadap minimnya perhatian terhadap Celukan Bawang, meskipun wilayah itu memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat Bali. “Secara garis besar, Celukan Bawang merupakan sebuah desa kecil nelayan yang selama ini tidak cukup diangkat, tetapi pada kenyataannya desa ini punya peran vital dalam produksi energi yang dikonsumsi oleh Bali itu sendiri,” ujarnya. Celukan Bawang merupakan desa pesisir yang terletak di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Selama ini, kehidupan masyarakatnya lekat dengan laut, terutama melalui profesi nelayan yang menggantungkan perekonomian pada hasil tangkapan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, desa tersebut juga berkembang menjadi salah satu kawasan penting bagi pembangkitan energi di Bali melalui keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang I. Melalui film ini, Rai ingin menunjukkan Celukan Bawang tidak semata-mata merupakan kampung nelayan, tetapi juga ruang hidup yang berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi di wilayah lain, termasuk kawasan yang menopang aktivitas ekonomi dan pariwisata Bali. Ia juga menempatkan Celukan Bawang sebagai ruang sekaligus subjek dalam film. Pendekatan tersebut bertujuan menghadirkan desa dan kehidupan masyarakatnya sebagai bagian utama cerita, bukan sekadar latar dari pembangunan infrastruktur energi. Gagasan pembuatan film ini berangkat dari interaksi Rai dengan masyarakat setempat. Ia mengaku telah cukup lama menulis, memproduksi video, berinteraksi dengan warga dan nelayan, serta mengikuti berbagai kegiatan di Celukan Bawang. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk mengangkat narasi yang dinilai belum banyak mendapat perhatian publik, khususnya hubungan antara kehidupan masyarakat pesisir dan konsumsi energi Bali. Menurut Rai, masyarakat perlu melihat keterkaitan tersebut agar tidak memandang Celukan Bawang hanya sebagai wilayah penghasil energi, melainkan juga sebagai ruang hidup dengan persoalan sosial dan ekologis yang perlu diperhatikan. Dalam sinopsisnya, film Celukan Bawang turut menyoroti rencana pengembangan energi di kawasan tersebut melalui pemanfaatan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), yang dikaitkan dengan ambisi mewujudkan kemandirian energi Bali. Film ini menggambarkan bagaimana kebutuhan energi menjadi elemen penting dalam pembangunan industri dan pariwisata Bali. Namun, di sisi lain, pengembangan sumber energi juga berpotensi menimbulkan persoalan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sasaran pembangunan. Dokumenter tersebut mempertanyakan posisi Celukan Bawang dalam agenda pembangunan energi, terutama ketika kebutuhan untuk memenuhi konsumsi energi berhadapan dengan keberlangsungan ruang hidup masyarakat pesisir. Sinopsis film juga menyoroti persoalan transparansi komunikasi mengenai kebijakan pengembangan energi berbasis LNG kepada warga. Persoalan ini menjadi bagian dari kegelisahan yang hendak disampaikan melalui film. Dengan demikian, film tersebut tidak hanya berbicara tentang energi, tetapi juga mengenai bagaimana kebijakan pembangunan dirumuskan, dikomunikasikan, dan berdampak terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pengembangan. Rai berharap film dokumenter tersebut dapat menjadi media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan publik, termasuk kebijakan pembangunan dan energi. Ia ingin penonton tidak hanya menerima pembangunan sebagai proses untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga bersikap kritis terhadap dampak dan konsekuensinya bagi kehidupan warga. Dalam proses produksi, salah satu tantangan yang dihadapi adalah belum terwujudnya pembangunan yang menjadi bagian dari isu yang diangkat. Kondisi tersebut membuat tim produksi harus mencari cara untuk membangun visual mengenai sesuatu yang belum tersedia secara nyata. “Karena belum terjadi proses pembangunan (pembangkitnya), sehingga kita perlu mengimajinasikan itu. Itu sih tantangannya, karena barangnya belum ada. Jadi kita harus mencari cara bagaimana menyusun visualnya,” kata Rai. Meski menghadapi tantangan tersebut, ia menyebut tanggapan masyarakat terhadap film ini sangat baik dan suportif. Melalui Celukan Bawang: Zona Pengorbanan Energi Bali, Rai berupaya menghadirkan potret kehidupan masyarakat pesisir yang berada di persimpangan antara kebutuhan energi, agenda pembangunan, dan keberlanjutan lingkungan. Film berdurasi 25 menit ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai hubungan antara konsumsi energi dan wilayah yang menjadi sumber pemenuhannya, sekaligus mendorong perhatian terhadap masyarakat yang terdampak oleh arah pembangunan tersebut.

    Film Dokumenter Celukan Bawang Potret Kehidupan Warga Bali Utara

  • Menata kota, menjaga denyut ekonomi warga Kota Denpasar

    Menata Kota, Menjaga Denyut Ekonomi Warga Kota Denpasar

  • Sampah harus punya alamat

    Sampah Harus Punya Alamat

  • Cara Mencatatkan Musik dengan Tarif Nol Rupiah

    Cara Mencatatkan Musik dengan Tarif Nol Rupiah

  • Kesigapan Indonesia Tangani Influenza

    Kesigapan Indonesia Tangani Influenza

  • GI Tourism, cara baru menikmati Dieng

    GI Tourism, Cara Baru Menikmati Dieng

Topik Pilihan

  • Demokrat Bali
    Demokrat Bali Bersih-Bersih Pantai Jasri, Dorong K…
  • DPRD Karangasem Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025, SiLPA Capai Rp165,47 Miliar
    DPRD Karangasem Setujui Pertanggungjawaban APBD 20…
  • DPRD Karangasem Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
    DPRD Karangasem Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan…
  • Komang Sudarta
    Berbekal ‘Jimat’ Kartu JKN: Kisah Sede…
  • LPG Subsidi
    Polres Karangasem Ungkap Penyalahgunaan LPG Subsid…

Follow us:



Daerah

  • Wabup Agung Mayun Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar
    Wabup Agung Mayun Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kabu…
  • Modal Ketekunan, Gede Suarsa Sulap Bambu Jadi Kerajinan Bernilai Seni
    Modal Ketekunan, Gede Suarsa Sulap Bambu Jadi Kera…
  • Wabup Agung Mayun Terima Kunker Reses Komisi X DPR RI
    Wabup Agung Mayun Terima Kunker Reses Komisi X DPR…
  • Wamenkes RI Kunjungi Gianyar, Pantau Pelaksanaan Posyandu dan Pelayanan UPTD Puskesmas Ubud II
    Wamenkes RI Kunjungi Gianyar, Pantau Pelaksanaan P…
  • Wabup Agung Mayun Sampaikan Enam Ranperda dan Nota Keuangan RAPBD Gianyar 2027
    Wabup Agung Mayun Sampaikan Enam Ranperda dan Nota…

Terpopuler

  • Bupati Sanjaya Buka Musyawarah Daerah Luar Biasa FKUB Tabanan Tahun 2025–2030
    1
    Tabanan, Daerah39,002 views
    Bupati Sanjaya Buka Musyawarah Daerah Luar Biasa …
  • 2
    Gianyar, Daerah38,376 views
    Bupati Mahayastra Tanam Ratusan Pohon bersama For…
  • 3
    Tabanan, Daerah38,267 views
    Bupati Sanjaya Tegaskan Komitmen Bersama Wujudkan…
  • 4
    Menyapa Nusantara38,142 views
    PLN Komitmen Jadikan Nusa Penida Pulau Mandiri En…
  • 5
    Menyapa Nusantara37,970 views
    Pemkab Gianyar Bali Gandeng Desa Adat Awasi Izin …
REDAKSI       KODE ETIK       KODE ETIK JURNALISTIK       KODE ETIK INTERNAL PERUSAHAAN PERS       PEDOMAN MEDIA SIBER       VERIFIKASI DEWAN PERS
Penerbit: PT CAHAYA LENTERA KHATULISTIWA
NOMOR AHU – 0059967.AH.01.01. TAHUN 2018
TERVERIFIKASI ADMINISTRASI DEWAN PERS
LIKE, SHARE & SUBSCRIBE
Lenteraesai.id - 2024
Lenteraesai.id
NEXT