Komisi IV DPRD Badung Banyak Soroti Kekurangan RSUD Mangusada

Komisi IV DPRD Badung berfoto bersama dengan tiga OPD seusai mengikuti raker, Senin (23/10) (Foto: Humas DPRD Badung)

Mangupura, LenteraEsai.id – Tiga komisi di DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja (raker) di ruang terpisah di Gedung DPRD di Mangupura pada Senin, 23 Oktober 2023. Yaitu Komisi IV dipimpin ketuanya I Made Suardana, Komisi II dipimpin ketuanya I Gusti Lanang Umbara, dan Komisi I dipimpin ketuanya I Made Ponda Wirawan.

Rapat tiga komisi tersebut masing-masing mengundang pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai mitra kerja. Seperti Komisi IV menghadirkan Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Mangusada Badung dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Badung.

Bacaan Lainnya

Raker Komisi IV kali ini membahas program kerja OPD yang akan dilaksanakan dengan APBD 2024 mendatang, baik program fisik maupun non fisik. Para pimpinan OPD didampingi sejumlah staf menyampaikan program kerjanya secara tertulis kepada Komisi IV secara bergantian.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi IV Made Suardana tampak didampingi sejumlah anggotanya, seperti Edy Sanjaya, I Nyoman Dirgayusa, Yayuk dan Made Sumerta. Kepala Dinas Kesehatan Badung dr Padma, mendapat kesempatan pertama menyampaikan program kerjanya di TA 2024.

Cukup banyak program yang disampaikan Kadis Kesehatan Badung. Misalnya program fisik seperti melanjutkan proyek pengembangan Rumah Sakit Tipe C di Kecamatan Abiansemal, dan Rumah Sakit Tipe D di Kecamatan Petang, lengkap dengan alokasi anggaran. Pembangunan rumah sakit itu merupakan peningkatan dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

“Setelah selesai pembangunan fisiknya, akan diteruskan dengan sof opening. Ke depan kedua rumah sakit itu akan dijadikan rumah sakit mandiri. Dibikin satu ruangan rawat inap untuk satu pasien, termasuk kelas tiga. Supaya pasien nyaman,” ujar dr Padma, memaparkan.

Selain itu, Dinas Kesehatan Badung akan melakulan pengadakan mobil ambulance yang standar dan lengkap. Terutama untuk puskemas-puskesmas di wilayah Kuta Selatan, Kuta dan Kuta Utara. Karena di ketiga wilayah itu sering berlangsung event-event bertarap internasional.

“Kami juga memprogramkan safety center, untuk mengontrol dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat khususnya warga Badung. Alat itu terkoneksi dengan rumah-rumah sakit, termasuk RS Swasta. Sehingga tidak ada lagi pasien krama Badung yang terlantar di RS manapun,” katanya.

Komisi IV menanyakan sumber daya manusia (SDM) untuk Rumah Sakit Tipe C Abiansemal dan RS Tipe D Petang. Menjawab itu, Kadis Kesehatan Badung menyampaikan bahwa tenaga yang akan terlibat sudah disiapkan. Karena kedua RS yang baru tersebut nantinya menjadi BUMD, maka diperbolehkan untuk mengangkat pegawai sendiri.

Setelah Kadis Kesehatan, giliran Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Badung I Gst Made Dwipayana menyampaikan program kerjanya untuk TA 2024. Ia didamping staf yang lengkap. Dengan alokasi anggaran Rp1,4 triliun, Dinas Pendidikan banyak memprogramkan renovasi gedung sekolah dasar (SD), SMP, perbaikan GOR Mengwi dan membangun TK negeri di Kecamatan Petang, di mana lahan untuk itu sudah disiapkan.

“Hanya di Kecamatan Petang yang belum ada TK negeri, sedangkan di lima kecamatan lain di Kabupaten Badung, semuanya sudah memiliki,” ujar Kadis Dwipayana.

Di hadapan peserta raker, Komisi IV DPRD Badung banyak menyoroti kekurangan RSUD Mangusada Badung yang sekarang dipimpin I Wayan Darta selaku direktur. Pelayanan RS itu kalah bagus dengan RS lain, misalnya mengenai keramahan petugasnya, termasuk kelengkapan alkes dan tenaga medisnya. Apalagi hari Sabtu dan Minggu, susah menemukan dokter yang siaga di RS Mangusada.

Bukan itu saja. Ketua Komisi IV Made Suardana sempat beberapa kali ‘menjewer’ Direktur RSUD Mangusada Wayan Darta, lantaran telat hadir dalam rapat dan program yang ditulis sangat minim, hanya dalam satu lembar kertas, dan tidak ada penjelasan yang rinci. Di antara program TA 2024 yang disampaikan, yaitu akan mengoperasikan Unit Gedung F yang membutuhkan 300 orang tenaga kerja.

Sehubungan cukup banyaknya materi program yang dipaparkan beberapa OPD siang itu, maka disepakati akan dilakukan raker susulan. “Kami di Komisi IV baru saja mendapat materi tentang program-program dari dinas-dinas, sehingga tidak sempat mencermati. Untuk itu, kita akan lakukan raker berikutnya,” kata Ketua Komisi IV Made Suardana, mengungkapkan.

Peliput: I Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait