Denpasar, LenteraEsai.id – Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP Unud) menyelenggarakan Seminar dan Workshop Nasional Penguatan Budidaya dan Bisnis Tanaman Hias, bertempat di Aula Gedung Pascasarjana Kampus Sudirman Denpasar, Selasa (22/8/2023).
Kegiatan yang dibuka langsung Dekan Fakultas Pertanian itu, menghadirkan empat narasumber yang memiliki pengalaman dan kepakaran di bidangnya, yakni Ni Wayan Srilaba dari DPD Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) wilayah Bali/Duta Orcid, kemudian Muhammad Bima Atmaja MSc dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Prof Ir I Gusti Agung Ayu Ambarawati MEc PhD (Akademisi/Guru Besar Fakultas Pertanian Unud), dan I Gusti Agung Ngurah Fajarhari Raharja SPt dari Bali Adenium Dewata.
Kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-56 Fakultas Pertanian dan yang ke-45 Badan Kekeluargaan, serta Dies Natalis ke-61 Universitas Udayana.
Ketua Panitia I Made Agus Dharmadiatmika SP MT dalam laporannya mengungkapkan latar belakang pemilihan tema berkaitan dengan tanaman hias yang merupakan komoditi yang memiliki nilai komersial dikarenakan keberadaan tanaman di pekarangan dan di dalam ruangan mampu meningkatkan estetika dan meningkatkan sebuah gengsi. Hal lain adalah melihat prospek agribisnis florikultura yang masih baik di pasar domestik maupun mancanegara.
Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan agribisnis tanaman hias dikarenakan memiliki potensi fisik dengan wilayah yang luas, agroklimat tropis dan agroklimat subtropis mirip di dataran tinggi dengan keanekaragaman sumber daya florikultura yang cukup besar, ucapnya.
Tujuan dari seminar dan workshop ini adalah peserta memperoleh informasi dan pengetahuan mengenai penguatan bisnis tanaman hias, Kelestarian Alam sebagai Investasi Bisnis, Mengoptimalkan Potensi Pasar melalui Konservasi Anggrek, teknik budidaya tanaman hias khususnya anggrek dan adenium, perawatan penyakit dan pengendaliannya, serta produksi dan pemasaran bisnis tanaman hias. Peserta mendaftar berjumlah 143 orang yang berasal dari berbagai kalangan yaitu: DLHK Kota Denpasar, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati, BRIN, Universitas Udayana, Asosiasi Bali Adenium Dewata, Kubu Daun, mahasiswa dan alumni.
Sementara Dekan Fakultas Pertanian Unud Prof I Nyoman Gede Ustriyana dalam sambutannya menyampaikan, seperti yang diketahui usaha agribisnis tanaman hias merupakan usaha yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Usaha ini sedang berkembang cukup pesat diiringi pembangunan perekonomian pasca-Covid 19. Tanaman hias tidak hanya berperan dalam pembangunan sektor pertanian akan tetapi berperan juga dalam sektor agrowisata. Perkembangan agrowisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek wisata membuat bisnis tanaman hias memiliki prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan, ujarnya.
Sesuai dengan namanya tanaman hias, tentu memiliki karakteristik morfologi yang bernilai estetika, baik tanaman hias daun maupun batang, bunga, akar dan buah. Tanaman hias bunga di antaranya anggrek, mawar, anthurium, adenium, krisan dll. Tanaman hias berdaun indah antara lain agloenema, pucuk merah, puring dan lain sebagainya. Tanaman hias merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memiliki prospek cerah sebagai komoditas unggulan ekspor maupun pemasaran dalam negeri.
Dilihat dari segi bisnis tanaman hias diperlukannya pengetahuan tentang teknik pemasaran, di antaranya keterampilan menjual sehingga menarik perhatian konsumen dan kelengkapan produk. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri untuk memikat para konsumen.
“Melihat latar belakang dan manfaat tersebut, oleh karena itu dengan diadakannya seminar dan workshop nasional, kami berharap dapat dijadikan wahana bagi para akademis, praktisi dan penghobi bertukar pikiran dalam upaya memperkuat budidaya dan bisnis tanaman hias ke depannya,” ujarnya, mengharapkan. (LE-DP)
Sumber: www.unud.ac.id







