Dua Inovator Bangli Lolos Sebagai Finalis Kerti Bali Swacitta Nugraha

Badan Riset Inovasi Daerah (Brida) Bangli pada giat Lomba Kerthi Bali Swacita Nugraha. (Foto: Humas Pemkab Bangli)

Bangli, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Badan Riset Inovasi Daerah (Brida) melaksanakan penilaian Lomba Kerthi Bali Swacita Nugraha kepada masyarakat umum yang kreatif dan inovatif, menghasilkan karya yang sangat bermanfaat bagi pembangunan daerah di Kabupaten Bangli.

Tujuan dari kegiatan lomba tersebut adalah untuk memberikan sebuah penghargaan kepada warga negara/masyarakat, baik secara perorangan ataupun kelompok yang mampu menghasilkan inovasi kreatif dan dalam segi kemanfaatannya mampu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berdampak cukup besar dalam mengubah kehidupan masyarakat yang menjadikan Iptek sebagai bagian dalam peningkatan kesejahteraan serta yang menjadi dasar atau sasaran meningkatkan kepedulian dan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar dapat memanfaatkan Iptek sebagai solusi dalam mendukung kegiatan pekerjaan, sehingga menghasilkan produk-produk berdaya saing kuat.

Bacaan Lainnya

Ditemui usai kegiatan lomba pada Kamis (15/6/2023), Plt Kepala Brida Kabupaten Bangli I Nengah Wikrama menyampaiakan, dalam kegiatan tersebut ada dua inovasi di Kabupaten Bangli yang diberikan penghargaan, di antaranya inovasi Alat Sebit Anyaman Bambu yang diciptakan oleh I Nengah Suda dari Desa Sulahan, Kecamatan Susut.

Inovasi teknologi yang dikembangkan dari proses tradisional menjadi alat yang lebih modern dan efisien, dalam proses pengenalannya ditentukan oleh keadaan lingkungan dan mata pencaharian pokok masyarakat. Penerapan teknologi dilakukan dengan harapan masyarakat berubah dan mengerti tentang manfaat teknologi tersebut sebaik mungkin. Pemanfaatan teknologi dapat memenuhi kebutuhan individu atau masyarakat karena kebutuhan masyarakat semakin meningkat.

Masyarakat Desa Sulahan yang mayoritas sebagai perajin menjadikan desa ini sebagai tempat komoditi untuk mencari kerajinan tangan dari bambu. Dengan semakin banyaknya permintaan pasar dan kualitas barang yang dihasilkan, maka timbul masalah dalam pengolahan bambu supaya bisa menyisir bambu dengan cepat dan hasil yang didapat sesuai dengan keinginan. Dari masalah tersebut maka tercetusnya ide dan inisiatif untuk membuat suatu alat dalam kehidupan pengolahan bambu. Dengan peralatan yang seadanya berupa paku, pipa, plat seng, pisau, ban dalam bekas, baut dan kayu usuk, di mana bahan mudah dicari serta harga yang tidak terlalu mahal, maka terciptalah Alat Sebit Anyaman Bambu, ujarnya.

Selanjutnya inovasi digitalisasi Dywik Bank Sampah Bangli Era Baru di Desa Tamanbali Bangli yang dikembangkan oleh I Wayan Sutirka. Melihat kondisi sampah yang ada di masyarakat yang tidak dikelola dengan baik, maka Dywik Bank Sampah berusaha berperan aktif dalam pengelolaan sampah secara lebih kreatif dengan memberikan sedikit inspirasi dan pelatihan-pelatihan mengenai pembuatan kreasi daur ulang serta tata kelola pengelolaan sampah kepada siswa-siswi sekolah mulai dari SD, SMP, SMA/SMK hingga ibu-ibu PKK.

Selain itu, Dywik Bank Sampah juga berinovasi memanfaatkan sampah koran atau kertas sebagai kreasi daur ulang yang memiliki nilai seni dan ekonomis yang lebih menjadi bokor dengan motif maskot Kabupaten Bangli, kata Wayan Wikrama.

Seiring dengan kemajuan iptek, lanjut dia, pengelolaan Dywik Bank Sampah juga dikembangkan dengan mengadopsi teknologi informasi dalam bentuk manajeman berbasis digitalisasi sehingga akan sangat memudahkan dalam pengelolaannya karena semua aktivitas pengelolaan sampah (jumlah sampah, jenis sampah, jumlah tabungan hasil penjualan nasabah dll) sudah terintegrasi dalam aplikasi dengan beberapa menu yang bisa digunakan melalui Hp android maupun laptop.

Aplikasi yang digunakan ada 3 jenis yaitu aplikasi di induk (Dywik), di unit (Dywik Unit) dan di nasabah (Dywik Nasabah). Khusus aplikasi yang di induk terkoneksi melalui web http://dywik.griyaluhu.org/login sedangkan yang di unit dan nasabah bisa didownlod melalui play store yaitu ‘Dywik Kader untuk di unit dan ‘Dywik Nasabah’ untuk di nasabah.

Dywik Bank Sampah juga bekerja sama dengan beberapa pihak seperti, BPJSTK, BPD,BNI dan Pegadaian sehingga berimbas pada peningkatan kesejahteraan para pihak yang terkait dengan pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh Dywik Bank Sampah dalam bentuk inovasi ‘Digititalisasi Dywik Bank Sampah Bangli Era Baru’, ujarnya, menjelaskan. (LE-BL)

Pos terkait