Jalan Menuju Pura Segara Rupek Akan ‘Dimuluskan’ Dengan Belasan Ton Bijih Sampah Plastik

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buleleng I Putu Adiptha Eka Putra. (Foto: dok Diskominfosanti Buleleng)

Singaraja, LenteraEsai.id – Sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan hingga menjadi momok di tengah masyarakat, kini akan menjadi berkah seiring perkembangan teknologi, yakni dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal untuk perbaikan dan memuluskan permukaan jalan raya.

Berkaitan dengan itu, Dinas PUPR Kabupaten Buleleng akan memanfaatkan bijih sampah plastik tersebut untuk pengerjaan dua ruas jalan yang diperioritaskan penanganannya dalam waktu dekat ini.

Bacaan Lainnya

Kedua ruas jalan itu adalah Jalan Simpang Tiga Bengkala-TPA Bengkala sepanjang 1,2 kilometer, dan jalan raya menuju Pura Segara Rupek yang memiliki panjang 9 kilometer, kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buleleng I Putu Adiptha Eka Putra ketika ditemui di ruang kerjanya di Singaraja, Senin (22/5/2023).

Ia menyebutkan, untuk Jalan Simpang Tiga Bengkala-TPA Bengkala dibutuhkan 1,5 ton bijih plastik, sedangkan ruas jalan menuju Pura Segara Rupek akan menelan sebanyak 11,25 ton bijih plastik. “Jadi total bijih plastik yang dibutuhkan mencapai 11,75 ton,” ucapnya, menjelaskan.

Lebih jauh Kadis Adiptha mengungkapkan, ruas jalan sepanjang 9 kilometer munuju Pura Segara Rupek dan 1,2 kilometer di TPA Bengkala, akan diaspal menggunakan campuran bijih sampah plastik yang sudah dicacah. Campuran sampah plastik ini sudah teruji pada Kementerian PUPR RI di pusat dan uji lab, sehingga jalan tersebut akan memiliki umur ekonomis yang relatif lebih panjang.

“Pekan depan kami akan melakukan kontrak kerja sama dengan rekanan untuk proyek jalan berbahan sampah plastik yang sudah melalui proses pengolahan tersebut,” ujarnya, penuh semangat.

Kadis Adiptha menambahkan, aspal dengan campuran bahan plastik akan menjadi solusi terkait permasalahan sampah yang kian hari semakin meningkat. Ini sejalan dengan visi Gubernur Bali untuk mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan alam dan kawasan pemukiman.

“Proyek ini juga akan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat dan lahan usaha kecil dengan memilah sampah-sampah plastik. Jadi ada perputaran ekonomi dalam proyek ini,” kata Adiptha.

Untuk bahan baku, lanjut dia, sudah disiapkan plastik yang telah dicacah oleh pihak penyedia di Rumah Plastik Petandakan, Buleleng. “Plastik sudah siap, tinggal diangkut sebagai bahan baku. Total 16,5 ton sudah disiapkan oleh rekanan penyedia,” ujarnya.

Di pengujung perbincangan, Kadis Adiptha menyatakan, jika konsep ini berhasil pada dua ruas jalan proyek yang ditargetkan selesai pada Oktober 2023 mendatang itu, maka proyek jalan selanjutnya akan kembali menerapkan pola yang sama.

“Mudah-mudahan proyek dua ruas jalan itu selesai mulus pada bulan Oktober. Jika berhasil, maka konsep serupa akan diterapkan pada proyek-proyek jalan lainnya di Kabupaten Buleleng,” katanya, menyampaikan. (LE/Nom)

Pos terkait