Lomba Penjor Digelar Serangkaian ‘Petoyan’ di Pura Taman Sari Denpasar

Warga banjar nampak sibuk mempersiapkan penjor yang akan disertakan dalam lomba (Foto: LenteraEsai/Duh)
Denpasar, LenteraEsai.id – Lomba penjor antardusun atau banjar se-Kecamatan Dangin Puri Kangin, Kota Denpasar, akan digelar dalam rangkaian piodalan atau petoyan di Pura Taman Sari Denpasar.
Lomba diikuti puluhan ponjor yang akan diberdirikan di kawasan jaba Pura Taman Sari itu, penilaiannya oleh tim juri akan dilakukan pada Kamis, 4 Mei 2023 mendatang.
Berkaitan dengan itu, sejumlah banjar di wilayah Dangin Puri Kangin, kini pada Senin (1/5) tampak sibuk membuat penjor yang akan disertakan dalam lomba tersebut. Mereka yang terlibat sebagai besar adalah anggota sekha teruna.
Para peserta terlihat membuat penjor dengan kreativitas dan seninya masing-masing, disupport oleh para pengurus desa. Adapun bahan yang digunakan beraneka ragam mulai dari janur, ambu hingga daun kelapa (slepan) dan bahan lainnya.
Klian Adat Banjar Kertha Bhuwana Kaja I Nyoman Mudastra mengatakan bahwa pihaknya ambil bagian dalam lomba kali ini. “Tuh penjornya sedang dibuat oleh kawula muda,” ucapnya sambil menunjuk sekha teruna yang tengah giat membuat penjor di balai banjar.
Untuk bahan yang digunakan, sama seperti penjor pada umumnya, yakni daun kelapa yang dikombinasikan dengan ambu serta janur. Selain itu, ada pula hiasan dengan bunga gumitir serta buah-buahan hasil bumi yang disebut pala gantung.
“Persiapannya sudah kami lakukan sejak kemarin, terutama untuk membeli bahan-bahannya. Sementara membuatnya harus di sini, di balai banjar. Kan ini lomba,” katanya, menjelaskan.
Sementara I Kadek Arta, yang akrab disapa Kadek Bro, salah seorang warga Banjar Kertha Bhuwana Kaja mengatakan, pihaknya bersama muda mudi dan ibu-ibu PKK, dengan penuh antusias menyambut lomba penjor kali ini.
“Ya, ibu-ibu PKK juga punya peran dalam keikutsertaan kami dalam membuat penjor untuk dilombakan di kawasan Pura Taman Sari nanti,” ujarnya, menyampaikan.
Pada kesempatan itu, Kepala Desa Dangin Puri Kangin I Wayan Sulatra ST menambahkan, penjor adalah perlambang dari sebuah gunung yang merupakan sumber kesejahteraan semua mahluk hidup. Penjor dari isi perlengkapannya juga melambangkan seekor naga yang bernama Naga Anantabhoga, yang berarti adanya kama bhoga.
Bhoga itu terbagi atas bhoga (pangan), upabhoga (sandang) dan paribhoga (papan) yang disebut tri bhoga. Penjor juga merupakan sebuah bentuk persembahan hasil bumi yang ditata rapi dan indah sebagai sebuah wujud kesejahteraan, yang juga melambangkan telah diperolehnya sebuah kemenangan yaitu dharma melawan adharma, katanya.
Dalam Bhagawadgitha Bab IX Sloka 26 disebutkan: Patram puspam phalam toyam yo me bhaktya prayacchati, tad aham bhakty-upahrtam asnami prayatatmanah.
Artinya: Siapapun yang dengan sujud bhakti kepada-Ku mempersembahkan sehelai daun, sekuntum bunga, sebiji buah-buahan, seteguk air, Aku terima sebagai bhakti persembahan dari orang yang berhati suci.  (LE/Duh)

Pos terkait