Karangasem, LenteraEsai.id – Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Karangasem, Rabu (19/4) mendatangi Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Karangasem guna membahas problematika pendidikan dan membawa hasil kajian untuk menjawab persoalan pendidikan di era saat ini.
Kegiatan audiensi yang merupakan salah satu program kerja dari PC KMHDI Karangasem yang tercantum dalam proker Kabid Organisasi, menjadi salah satu senjata yang digunakan untuk memperkuat hubungan eksternal organisasi dalam menjalankan tugas organisasi yaitu dharma negara dan dharma agama.
Ambil bagian dalam giat audiensi dengan Ketua MDA Kabupaten Karangasem itu, adalah Ketua PC KMHDI Karangasem I Ketut Suardana bersama 10 kader lainnya.
Ketua MDA Karangasem menyambut dengan baik kehadiran PC KMHDI Karangasem di tengah-tengah cuti bersama Idul Fitri. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua MDA, yang dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang serta menanyakan maksud dan tujuan audiensi pada kesempatan kali ini.
Ketua PC KMHDI Karangasem I Ketut Suardana menyampaikan secara umum dan terperinci mengenai maksud dan tujuan kehadirannya dalam audiensi bersama sejumlah pemuda lainnya.
“Pada dasarnya kehadiran kami bertujuan untuk menyampaikan dan membahas kajian yang telah kami susun bersama mengenai problematika pendidikan, potensi dan solusi yang akan kami tawarkan,” ucap Suardana.
Dalam menjawab persoalan pendidikan di Kabupaten Karangasem, PC KMHDI Karangasem mencoba untuk mengembangkan pendidikan non formal berbasis desa adat untuk memperdayakan potensi SDM dan meningkatkan SDM di Kabupaten Karangasem melalui pendidikan.
“Melihat dari informasi yang kami dapatkan bawasannya pemerintah saat ini sangat memperhatikan pengelolaan desa adat dan tidak tanggung-tanggung dalam memberikan anggaran. Maka dari pada itu kami berinisiatif untuk adanya korelasi desa adat dengan pendidikan Hindu khusunya,” ucap Suardana.
Mendengar penjabaran yang terperinci dari Ketua PC KMHDI Karangasem, Ketua MDA Kabupaten Karangasem I Nengah Suarya sangat mengapresiasi maksud dan tujuan audiensi, serta merasa sangat senang dengan kehadiran pemuda yang memiliki semangat muda di tengah-tengah era globalisasi dapat memperhatikan desa adat.
“Semangat seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemuda dan saya sangat apresiasi atas gagasan/ide dan persoalan-persoalan yang dapat memberikan saya gambaran yang jelas dari persfektif pemuda dalam melihat keberadaan desa adat,” ucapnya.
Kegiatan berlangsung dengan saling menanggapi dan pada kesempatan itu I Nengah Suarya memberikan banyak pesan dan juga tantangan bagi generasi muda dalam merealisasikan apa yang menjadi usulan, dan pihaknya siap dibantu dalam bentuk dukungan penuh dan sepakat terhadap hal yang telah disampaikan.
“Sekarang mulai dari desa adat-nya masing-masing untuk menjadi sampel atau percontohan untuk dapat digaungkan dan akan memperkuat ide dan gagasan,” ucap I Nengah Suarya.
Dalam kesempatan itu juga menemukan ide untuk mengadakan suatu event yang dapat mengumpulkan pemuda/yowana dari berbagai organisasi dalam melaksanakan semacam diskusi untuk pembahasan lebih lanjut dan sebagai wadah memperkenalkan keberadaan pemuda pada khususnya, ucapnya. (LE-AS)







