Lamongan, LenteraEsai.id – Sedikitnya 100 rumah penduduk di Desa Menganti, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur terendam banjir luapan sungai dan selokan yang melintang di wilayah tersebut.
Banjir terjadi setelah hujan turun cukup deras di daerah Lamongan sejak beberapa hari ini. Akibatnya, warga yang rumahnya terendam terpaksa diungsikan ke lokasi penampungan sementara yang disiapkan pemerintah setempat.
Selain itu, ada sejumlah warga yang harus tinggal sementara di rumah kerabat atau milik tertangga yang terbebas dari genangan banjir.
“Kurang lebih, ada 100 rumah warga yang terdampak banjir di Desa Menganti,” ujar Pj Danramil Glagah, Lettu Inf Sugeng, di lokasi musibah, Selasa (28/2/2023) siang.
Pj Danramil hadir bersama aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menyerahkan bantuan sembako kepada para korban banjir di Desa Menganti, Kecamatan Glagah yang terpaksa harus pergi mengungsi.
“Kami bersinergi membagikan bantuan terhadap warga yang terdampak banjir,” ujar Lettu Sugeng, menjelaskan.
Sugeng menambahkan, bantuan yang disalurkan dimaksudkan untuk dapat mengurangi beban warga yang terdampak banjir. Tentunya, bantuan yang diserahkan berupa sembako dan pakaian layak pakai.
“Setidaknya, bantuan ini bisa meringankan beban warga yang saat ini berada di tempat pengungsian setelah tempat tinggal mereka terendam banjir,” ujar Pj Danramil, menyampaikan.
Banjir luapan sungai dan beberapa selokan yang melintang di daerah itu, dilaporkan merendam kawasan pemukiman penduduk dengan kedalam air antara 30 sampai 75 cm. Tidak hanya itu, banjir pula menggenangi beberapa fasilitas umum dan areal pertanian penduduk.
Namun tergolong mujur, pihak BPBD Lamongan tidak mencatat adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat banjir yang muncul setelah hujan turun cukup deras sejak tiga hari ini. (LE-JT)







