Karangasem, LenteraEsai.id – Gedung atau bangunan SMPN 3 Bebandem di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, kini terancam ambruk setelah bagian senderan penopang pondasi bangunan tergerus tanah longsor.
Hujan deras yang turun sejak terjadi beberapa hari lalu, telah menimbulkan tanah longsor di dekat pondasi bangunan Padmasana di kompleks sekolah yang posisinya berada di bagian atas aliran sungai, atau di atas jurang setinggi 40 meter.
Kepala SMPN 3 Bebandem, I Made Wijana, saat dikonfirmasi pada Sabtu (3/12/2022) mengatakan, tidak menutup kemungkinan Padmasana dan beberapa bagunan lain di kompleks SMPN 3 Bebandem akan ambruk jatuh ke dasar jurang, bila bagian pondasinya terus-menerus tergerus longsor.
Mengingat itu, lanjut dia, pihaknya kini berupaya untuk memperketat pengawasan agar para siswa tidak ada yang mendekati lokasi bangunan atau bagian halaman sekolah yang rawan longsor.
“Dari BPBD sudah meninjau ke lokasi kemarin, tanggal 2 Desember 2022 lalu. Kurang lebih selebar 2 meter lagi bangunan dapat tergerus longsor. Kemarin sepanjang kurang lebih 35 meter tanah sudah tergerus air, sehingga pondasi Padmasana menjadi kelihatan. Saya sebagai Kepsek penanggung jawab sekolah hanya dapat memperketat pengawasan siswa hingga tidak ada yang mendekat,” katanya.
“Untuk mencegah siswa menjadi korban, jika sudah dirasa hujan akan turun, maka ia mempersilahkan siswa-siswi untuk pulang lebih awal,” ujar Kepala Sekolah Wijana.
Sebagai langkah antisipasi pula, ada beberapa ruang bangunan sekolah yang dikosongkan, masing-masing ruang UKS, ruang komputer, ruang Osis dan Lab IPA. Tak hanya itu, satu kamar mandi, dan tiga kantin sekolah juga sudah tidak bisa difungsikan lagi.
Pihak kepolisian pun sudah memasang garis polisi di bagian bangunan Padmasana untuk mencegah adanya aktvitas dalam areal tersebut guna mencegah adanya bencana yang dapat menimbulkan korban jiwa, kata Kepsek Wijana, menjelasakan. (LE-Ami)







