Singaraja, LenteraEsai.id – Penjabat (PJ) Bupati Buleleng Ketut Lhadnyana menginginkan seluruh jajarannya di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bersinergi untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui usai memimpin rapat dengan seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkab Buleleng. Rapat perdana Lihadnyana dengan SKPD ini dilakukan di Ruang Unit IV Sekretariat Daerah Buleleng di Singaraja, Kamis (1/9).
Di hadapan peserta rapat, Lihadnyana menyampaikan arahan-arahan tentang perlunya menyamakan persepsi dalam menjalankan program-program pemerintahan dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Lihadnyana menyebutkan bahwa Kabupaten Buleleng selama ini memiliki tata kelola pemerintahan yang baik. Hal ini dibuktikannya dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih sebanyak delapan kali secara beruntun.
“Ke depan kualitasnya harus ditingkatkan, sehingga tidak terjadi catatan-catatan. Hal tersebutlah yang harus diminimalisir,” ujarnya, menegaskan.
Lebih lanjut PJ Bupati Buleleng menyamakan persepsi terkait pelaksanaan program-program pemerintahan. Sesuai tugas dan kewenangannya sebagai PJ Bupati, selain melaksanakan urusan pemerintahan, juga menjalankan program pemerintahan. Salah satunya adalah pengendalian inflasi.
“Kalau inflasi kami memang harus buat sistem tata kelola sehingga selalu bisa kita kendalikan. Kami mohon doa restu. Bahwa inflasi Buleleng menjadi barometer nasional untuk Bali bersama dengan Denpasar,” ucapnya.
Ia memaparkan bahwa berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Buleleng mengalami deflasi pada bulan Agustus ini. Sehingga angka akumulasi inflasi Buleleng tahun 2022 hingga bulan Agustus telah mencapai 3 persen.
“Ke depan akan terus kita kendalikan. Karena kalau tidak dikendalikan, berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan berhubungan juga dengan kemiskinan,” ujarnya.
Lihadnyana juga menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Buleleng sudah bebas dari kasus penyakit mulut dan kuku (PMK). Terlebih, pembayaran bantuan pemotongan bersyarat untuk ternak yang terkena PMK juga telah dibayarkan. Ia juga mengaku akan memikirkan skema untuk mengintensifkan vakisnasi booster.
Berbicara masalah olahraga, PJ Bupati Buleleng yang kepala BKPSDM Provinsi Bali ini mengharapkan bisa memajukan sport tourism Buleleng. Ia mencontohkan dengan Lomba Renang Gubernur Cup yang sedang diselenggarakan saat ini, mampu mendatangkan banyak pengunjung. Mengakibatkan penuhnya hotel-hotel di seputaran Kota Singaraja.
“Saya juga sedang usulkan cari dana untuk buat tribun. Lalu pengelola bisa membuat kegiatan tahunan. Seperti saat ini, bisa penuh hotel kita. Tentu baik bagi perekonomian,” ucap Lihadnyana.
Lihadnyana juga membawa misi untuk bisa meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Buleleng. Dirinya mengaku akan mencoba mengolah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan melakukan efisiensi. Sehingga anggaran bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan ASN yang dirasa masih minim.
“Misalkan ATK yang tidak perlu, atau rapat yang terlalu banyak. Bukan meniadakan, tapi dikurangi. Juga program yang tidak memberikan efek langsung, bisa kita tinjau kembali,” katanya, menjelaskan. (LE-BL)







