Kulkul Bulus ‘Menyalak’, Pemuda Sumba Vs Ambon Bentrok di Denpasar

Bentrokan yang terjadi di simpang Jalan Batas Dukuh Sari Sesetan Denpasar Selatan antara warga Sumba dan warga Ambon (Dok LenteraEsai)

Benoa, LenteraEsai.id – Dua kelompok pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Ambon, Maluku, terlibat bentrokan fisik di Pelabuhan Benoa dan di Jalan Batas Dukuh Sari Sesetan, Denpasar Selatan pada Selasa dini hari, 21 Juni 2022 sekitar pukul 00.30 Wita.

Celakanya, aksi saling serang dengan lemparan batu tersebut sempat mengenai warga Dukuh Sari Pesirahan, I Gede Santana (34), hingga bagian tangan dan kepala bocor berdarah-darah. Korban malam itu juga harus dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar guna mendapatkan perawatan.

Bacaan Lainnya

Melihat kejadian tersebut, warga membunyikan kentongan atau ‘kulkul bulus’ hingga puluhan penduduk Banjar Dukuh Pesirahan, Pedungan berhamburan keluar rumah menuju tempat kejadian. 

Namun beruntung, Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Made Teja Dwi Permana secepatnya menurunkan petugas ke kolaki keributan hingga berhasil menghalau massa yang tampak beringas.

Didampingi Kelian Banjar Dukuh Pesirahan Wayan Mertanadi, Kapolsek dan ‘pasukannya’ berhasil meredam dan menenangkan kemarahan warga, sekaligus pengamankan sejumlah orang yang dinilai selaku dalang kerusuhan.

Petugas pada Satreskrim Polresta Denpasar yang turun ke lokasi kejadian menyebutkan, kejadian itu berawal dari pemuda bernama Niko asal Ambon, pada Senin (20/6) malam menelepon John Key, pemuda asal Sumba untuk bertemu di Warung Bu Ayuk di Pelabuhan Benoa Denpasar.

Mendapat ‘undangan’ itu, John Key datang bersama sejumlah temannya hingga kemudian terjadi bentrok fisik dengan pemuda Niko yang juga menyertakan beberapa kawanannya.

Dalam petarungan itu, Niko jatuh terkapar berlumur darah hingga karus dilarikan ke rumah sakit. Mengetahui Niko ‘keteter’, belasan temannya yang lain langsung datang menyerbu ke rumah kos John Key di Dukuh Sari Pesirahan, hingga bentrokan kembali tidak dapat dihindarkan.

Bentrok saling lempar batu itulah kemudian nyasar mengenai warga setempat hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Tidak hanya itu, dua pemuda yang terlibat bentrokan juga mengalami luka-luka. Tak lama berselang, kulkul bulus ‘menyalak’ mengundang puluhan penduduk berdatangan dengan penuh amarah.

Namun beruntung, petugas gabungan dari Polsek Denpasar Selatan dan Polresta Denpasar didukung unsur TNI, berhasil mengatasi keadaan dengan membubarkan kerumunan massa.

Kapolsek menyebutkan, pihaknya telah mengamankan 14 tersangka yang diduga sebagai pelaku kerusuhan. Mereka kini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui dengan lebih seksama mengenai timbulnya pertistiwa yang sempat menggegerkan warga tersebut.  (LE-DP) 

Pos terkait