Buleleng, LenteraEsai.id – Menjelang akhir masa jabatannya yang tinggal menghitung bulan, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengharapkan kepada penggantinya nanti mampu untuk meningkatkan dan memaksimalkan potensi pariwisata yang berkelanjutan.
“Bagi saya sekarang ini bagaimana kita menjaga pariwisata agar berkelanjutan yang nilai-nilainya bisa didapat dari lingkungan. Misalnya ketersediaan air bersih, kebersihan lingkungan, kenyamanan dan sanitasi. Itu yang menjadi poin penting untuk dijaga,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif Lintas Singaraja Pagi dengan topik ‘Evaluasi Pembangunan di Akhir Jabatan’ di Stasiun Pro 1 RRI Singaraja, Selasa (14/6).
Bupati Suradnyana menjelaskan, saat ini potensi wisata di setiap daerah itu harus digali dan disebarkan melalui komunitas yang berbasis pariwisata. Maka dari hal tersebut akan menimbulkan tarikan ekonomi yang baru. “Pariwisata sudah menjadi industri yang mengakselerasi pendapatan masyarakat. Harus ada aksesibilitas yang memadai seperti pembangunan bandara dan lain-lain,” ucapnya.
Menurut Bupati Buleleng, yang penting adalah menguatkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Buleleng agar mampu berbicara untuk mengamankan investasi berkelanjutan. “Intinya bagaimana mengawal kepariwisataan dan pertanian pada sisi PDRB. Untuk penduduk kita tentu sektor jasa juga ada karena efeknya juga ke sana,” jelas Agus Suradnyana.
Walaupun dengan sisa jabatan dua bulan ke depan, Bupati Agus Suradnyana tidak pernah menyia-nyiakan dan meninggalkan tanggung jawab yang harus dipikul. Kepala daerah yang menjadi penggantinya nanti diharapkan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Hal itu agar dapat mengambil kebijakan yang cepat dan taktis pada era milenial ini. Apalagi dengan adanya globalisasi dan digitalisasi.
“Semoga kepala daerah yang baru bisa berpikir dengan cara pandang berbasis data. Kalau datanya benar, strateginya benar akan mendapat luaran dan hasil yang maksimal,” ucapnya, menegaskan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Buleleng juga berharap agar pada kesempatan berikutnya tidak segan untuk mengajaknya bertukar pikiran sebagai upaya dalam membangun Buleleng. Tentunya tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari seluruh masyarakat Buleleng. Dengan usia yang masih terbilang enerjik dalam melakukan aktivitas, dirinya masih memiliki semangat yang tinggi untuk membawa Buleleng yang lebih maju.
“Pesan saya, lakukanlah apa yang ada dalam pikiran kamu dengan sungguh-sungguh. Kalau saya, dalam keagamaan, kita konsisten pada ajaran agama Hindu, Tri Kaya Parisudha, cukup itu saja,” kata Agus Suradnyana mengakhiri wejangannya. (LE-BL1)







