Badung, LenteraEsai.id – Tak bisa dipungkiri, modernisasi zaman mempengaruhi gaya hidup, cara berpakaian dan budaya minum jamu masyarakat Indonesia. Generasi muda saat ini kerap enggan melestarikan warisan budaya Indonesia seperti pakaian, musik, hingga minuman herbal jamu.
Guna membantu mengingatkan kembali para generasi milenial dan Gen Z pentingnya melestarikan budaya dan eksistensi jamu di tengah masyarakat, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Udayana (Ilkom Unud) Angkatan 2019 berkolaborasi dengan Rumah Reina melaksanakan Kampanye MenJaDoel (Men-Jamoe Doeloe).
Kampanye MenJaDoel digelar dengan menggunakan sentuhan zaman dulu yang dipadukan dengan gaya yang disukai oleh Gen Z dan milenial, di mana setiap pengunjung yang hadir memakai dresscode bertemakan batik dan juga berkain. Dalam sambutannya, Wakil Ketua Panitia MenJaDoel kembali menegaskan terkait tujuan dari penyelenggaraan kampanye ini.
“Guna menyadarkan generasi muda akan pentingnya jamu dan demi mengubah stigma jamu yang pahit, maka acara MenJaDoel kami selenggarakan,” ujar Oktava Anggara selaku Wakil Ketua Panitia MenJaDoel yang sekaligus membuka Puncak Acara MenJaDoel, bertempat di Geo Open Space Badung, pada Minggu (12/6).
Sebelumnya, rangkaian kegiatan MenJaDoel diawali dengan pembukaan Sunday Market yang berkolaborasi dengan para pengelola UMKM kuliner, fashion, dan kerajinan seni yang ada di Bali.
Kampanye MenJaDoel bersama Rumah Reina ini telah menggelar kegiatan bertajuk ‘MenJaDoel: Warisan dalam Racikan’. Ayu Aryani selaku pemilik Rumah Reina mengungkapkan bahwa dengan MenJaDoel selain merupakan implementasi mata kuliah Aktivitas Humas dari Prodi Ilkom Unud, juga salah satu representasi dari upaya generasi muda saat ini untuk melestarikan budaya, khususnya minuman jamu.
“Anak muda sebagai guardian of value, di mana tentunya anak muda yang mengangkat nilai-nilai masyarakat yang ada. Khususnya di Bali, melestarikan dan meningkatkan nilai-nilai budaya yang harus selalu dilestarikan, merupakan hal yang penting,” ungkap Ayu Aryani dalam Talkshow MenJaDoel.
Untuk diketahui, Rumah Reina berfokus dalam mengembangkan minuman herbal khususnya terhadap jamu yang berangkat dari resep tradisional dan telah turun-temurun. Rumah Reina adalah jamu handcrafted yang memiliki kepedulian dalam melestarikan kearifan lokal jamu herbal Indonesia. Berangkat dari kepedulian tentang hidup sehat dan pengobatan dengan resep tradisional dari nenek moyang, Rumah Reina mewakili regenerasi jamu dengan berinovasi pada minuman herbal yang cocok untuk tiga generasi: tua, muda, dan anak-anak.
Sejalan dengan hal tersebut, Key Opinion Leader dari MenJaDoel Julia Ratih Gita Dwiyana Sitompul BBA, dalam acara Talkshow MenJaDoel juga menjelaskan pentingnya melestarikan budaya Indonesia, utamanya minuman jamu.
“Generasi muda memegang sebuah tanggung jawab, kehormatan, dan juga challenge untuk melestarikan budaya kita hingga kepada cucu kita nanti. Kita harus bisa mengenalkan jamu tidak hanya kepada teman-teman kita tapi juga bisa ke seluruh dunia, seperti halnya batik. Kita perlu saling bahu-membahu untuk mempromosikan jamu, dan itu dimulai dari diri kita sendiri. Setelahnya, baru kita bisa mengenalkan jamu kepada orang-orang di sekitar kita,” ucap Julia Ratih Gita Dwiyana Sitompul BBA.
Selain melaksanakan talkshow, ada beberapa rangkaian kegiatan utama yang menarik, meriah, dan tentunya mengedukasi para pengunjung, yaitu demo pembuatan jamu, games seputar jamu bersama pengunjung, atraksi jamu gendong runaway, serta berbagai art performance lain yang turut memeriahkan puncak acara MenJaDoel.
Pada penghujung acara ditutup dengan closing statement dari Ketua Panitia MenJaDoel Ida Ayu Fabiola Grace, yang turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kampanye MenJaDoel kali ini.
“Saya sebagai wajah representatif dari Ilmu Komunikasi 2019 ingin berterima kasih kepada para pengunjung yang sudah berpartisipasi berbusana batik dan berkain mengikuti tema kegiatan kami. Tak lupa juga kepada para UMKM yang telah bersedia berkolaborasi bersama MenJaDoel. Juga ucapan terima kasih kepada Geo Open Space, Rumah Reina, dan semua sponsor yang sudah bersedia mensponsori acara kami, kepada media partner, para talent, dan juga tentunya ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada teman-teman Ilmu Komunikasi Angkatan 2019 yang sangat berjasa untuk pelaksanaan dan kelancaran acara MenJaDoel ini,” ujar Fabiola Grace.
Mengakhiri sambutannya, Fabiola Grace berharap dengan Kampanye MenJaDoel ini membuat generasi muda mampu kembali memperhatikan keberadaan jamu dan juga busana asli Indonesia yaitu batik. Tidak malu untuk berbatik di acara apapun dan berada di mana pun. Tidak malu pula untuk meminum jamu sebagai minuman favorit sehari-hari karena jamu itu banyak sekali khasiatnya. “Mari kita sebagai generasi muda hidupkan kembali eksistensi budaya jamu dan berbatik di tengah generasi muda Indonesia saat ini,” ujarnya.
Dalam puncak acara MenJaDoel, pengunjung juga dapat menikmati suasana dan berbagai suguhan kuliner, fashion, maupun kerajinan seni dari UMKM lokal Bali. (LE-BD)
Sumber: www.unud.ac.id







