Buleleng, LenteraEsai.id – Pembangunan Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Buleleng mulai dikerjakan. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengajak seluruh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya untuk lebih berinovasi dalam upaya pemasaran produknya.
Ajakan itu dikatakan Bupati Agus Suradnyana usai melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan Gedung PLUT yang bertempat di kawasan Kolam Renang Nirmala Asri, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan dan Babupaten Buleleng, Senin (6/6).
Agus Suradnyana mengatakan, pembangunan Gedung PLUT di Buleleng ini murni dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (Kemenkop UKM RI). Untuk pemanfaatannya nanti diharapkan dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin.
Harus ada inovasi-inovasi baru untuk menciptakan hal-hal yang berbeda dalam kegiatan pemasaran produk UMKM. ”Dengan dibangunnya Gedung PLUT ini, saya mengajak seluruh pelaku UMKM yang ada di Buleleng untuk menjadikan tempat ini sebagai tempat interaksi dalam menciptakan terobosan dan inovasi baru, serta dapat dimanfaatkan dengan baik agar tidak mubazir,” ujarnya.
Dikatakan lebih lanjut, salah satu hal yang perlu diperhatikan nanti di gedung tersebut yakni tatanan pameran produk UMKM. Desain dibuat sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan dan kearifan lokal di Kabupaten Buleleng. Hal itu agar diciptakan dengan kreativitas baru sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk datang.
“Saya melihat keberhasilan sebuah desain bangunan akan menjadi pertimbangan utama dari sebuah aktivitas di dalamnya. Contoh Pasar Banyuasri sekarang sudah mulai menggeliat. Begitu juga RTH Bung Karno kita revisi desainnya, diperbaiki dengan baik, akhirnya bisa memberi manfaat, masyarakat senang datang ke sana,” ujar Agus Suradnyana, menandaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Buleleng Dewa Made Sudiarta menjelaskan, di PLUT ini nantinya akan ada ruang untuk memudahkan akses pelaku UMKM, baik itu untuk mendapatkan pendampingan maupun pelatihan dan pembinaan. Sebanyak enam konsultan pendamping akan diusulkan ke pemerintah pusat. Itu untuk mengawal ketika pembangunan fisik selesai, SDM, pembiayaan dan program lainnya sudah bisa berjalan.
“Sudah diarahkan oleh Bapak Bupati, nanti akan ada ruang bukan hanya untuk pameran, namun bagi UMKM yang sudah dibina oleh PLUT inilah yang nantinya menjadi UMKM sobean Buleleng. Masyarakat bisa beli produk yang sudah kami kurasi dari pendampingan di PLUT ini,” katanya, menjelaskan. (LE-BL1)







